Rustam membelai rambut Anita penuh kasih sayang. Di kelopak matanya mengalir butiran air bening. Lalu perlahan-lahan jatuh di pipi. Nafas lelaki setengah tua itu menjadi sesak. Dadanya naik turun menahan sedih yang sukar terlukiskan. Keesokan harinya Rustam menghadap komandan untuk memohon grasi supaya Herman dibebaskan dari tuduhan dan dikeluarkan dari penjara. Maka Rustam ketika menghadap komandan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Keterangan yang disampaikan oleh Rustam benar-benar memusingkan pihak kepolisian. Bagaimana tidak, mengenai keterangan yang diberikan Rustam lain dengan Herman. Sehingga komandan berkata kepada Rustam marah-marah. "Saudara jangan main-main dengan pihak kepolisian!." Bentak komandan itu. "Saya memberikan keterangan ini berdasarkan fakta

