Delapan Puluh Delapan

1533 Kata

Sinar matahari telah menjelajahi kota Berlin pagi ini. Tatapan kosong menghadap jendela besar langsung disugguhkan dengan pemandangan sungai di tengah-tengah pusat kota. Orang-orang sibuk beraktifitas masing-masing sebagian ada yang mengendarai mobil melintasi jembatan dan ada pula mengendarai sebuah kapal kecil sebagai sarana transportas kian memeperindah kota Berlin. Dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana lelaki itu meninggalkan menumpukan pekerjaan sesaat, hanya untuk melamun menatap jendela yang sama sekali tidak berguna baginya itu. “Selamat pagi, Tuan,” ucap Michael baru saja masuk ke dalam ruangan. Berdiri sambil menahan kantuk menutup mulutnya karena menguap. Sapaan lelaki itu sontak membuat Alaric segera menoleh tersenyum tipis padanya. “Apa kau tidak tidur denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN