Delapan Puluh Tujuh

1116 Kata

Ruangan makan disulap menjadi seperti selayaknya restoran berbintang. Meja bundar di alasi sebuah kain berwarna putih dan dua buah kursi terbuat dari besi berukir itu di susun saling berhadapan. Di atas meja sudah terdapat beberapa makanan dan minuman berjajar rapi seolah dipersiapkan spesial untuk seseorang. Ketika keluar dari kamar Laura terbelalak kaget melihat Alaric duduk kursi meja makan itu. Ketika melihat Laura keluar lelaki itu seketika beranjak kemudian menarik kursi ke belakang untuk mempersilahkan Laura duduk. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Laura tampak bingung atas perlakuan Alaric. "Duduklah, kita akan menikmati sarapan bersama." Alaric membimbing Laura untuk duduk di kursi dengan wajah kaku gadis itu masih bertanya-tanya. Bersikap seperti seorang pelayan, Alaric membali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN