Part 21

1128 Kata

Author pov Suara bel di apartemen mengalihkan perhatian Nindya yang tengah bermain monopoli dengan Ayya. Seketika dahi Nindya berkerut begitu mengetahui siapa sosok di balik pintu apartemennya. "Seingatku kau sudah mengizinkan Ayya menginap" Refleks Nindya menggeser tubuhnya ketika Abra menyelinap masuk dengan bag kertas di tangan kanannya. "Jangan bilang kau berubah pikiran?! Apa kau mau menjemput Ayya??" Nindya mengekor di belakang Abra yang tampak tidak menggubrisnya. Laki-laki itu justru menyapa Ayya dan bergabung dengan gadis cilik itu di karpet bulu di depan tv. Ayya yang tengah telungkup dengan badan separuh tertutup selimut segera duduk dan tersenyum riang. "Main apa?" "Monopoli” jawab gadis cilik itu seraya mendekat dan duduk di pangkuan Abra. "Mau roti bakar?” tawarnya pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN