Part 23

1001 Kata

Nindya pov Selesai salat subuh, aku duduk di tepian kasur dengan masih memakai mukena. Kucek ponselku yang tergeletak di nakas, dan menemukan beberapa panggilan tak terjawab. Semalam selesai makan aku langsung tertidur tanpa sempat mengecek ponsel. Kulepaskan mukena dan melipatnya setelah mengirimkan pesan ke nomor yang semalam menghubungiku itu. Tidak sampai semenit kemudian ponselku bergetar dengan ringtone panggilan masuk. "Kamu dimana? Aku menelponmu sejak semalam” protesnya di ujung sambungan begitu kutempelkan ponsel di telinga kiri. "Di rumah mama, ada apa?" Kujaga suaraku agar tetap datar. Entah kenapa, perasaanku jadi aneh kalo sedang berbincang dengan Abra. Lebih tepatnya setelah kejadian di apartemenku waktu itu. Semenjak itu bisa dibilang hubunganku dengannya mengalami ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN