Author pov Tidak sampai setengah jam kemudian pintu di samping Nindya terbuka dan menampilkan Abra yang keluar. "Masuklah" Nindya yang dari tadi tidak mengangkat wajahnya karena berpikir mungkin Abra keluar untuk membeli makan, kemudian mendongak menatap laki-laki itu. "Kau mau kemana?” tanya Nindya refleks saat Abra berjalan melewatinya. Langkah Abra terhenti dan melihat ke arah Nindya. Mengambil jeda beberapa saat sebelum menjawab. "Beli minum" *** Sehabis membeli kopi Abra tidak langsung kembali ke atas. Dia lebih memilih duduk sambil menghisap rokok di salah satu warung tenda di depan rumah sakit. Laki-laki itu baru kembali hampir satu jam kemudian dan mendapati Nindya sudah tertidur di kursi samping ranjang Ayya. Kepalanya menelungkup di balik kedua tangannya yang tersilang d

