Part 18

1227 Kata

Nindya pov "Selamat sore” sapaku begitu seorang laki-laki paruh baya dan gadis berumur sekitar 17 atau 18 tahunan masuk ke ruang praktek. "Selamat sore dok" "Ada yang bisa di bantu?" Aku tersenyum sambil menatap wanita muda di depanku. Yang kini menatapku dengan sedikit cemas. Jelas raut enggan terukir di wajahnya. "Begini dok, anak saya ini sudah dua minggu lebih menstruasi tidak berhenti, dan darahnya juga terus keluar banyak, kenapa ya dok?” tanya sang lelaki yang kuduga ayahnya. Sedangkan aku lebih tertarik mengamati wajah yang kini menunduk di depanku ini. "Dengan Riska benar?” tanyaku yang dijawab dengan anggukan kecilnya. Sedari tadi dia tidak mengeluarkan suaranya. "Sebelumya, Riska mau ayahnya disini saja atau menunggu di luar?” tawarku melihat gelagat tidaknyamannya. "Bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN