Author pov Selepas meninggalkan restoran, Nindya tidak mengeluarkan sepatah katapun. Membuat laki-laki yang tengah menyetir di sampingnya juga tidak membuka suara. Pun tidak protes ketika Abra memarkirkan mobilnya di parkiran gedung apartemen alih-alih menurunkannya di lobi. Nindya membiarkan saja ketika laki-laki itu ikut ke dalam lift yang membawa mereka ke lantai unit apartemennya. Begitu pintu dia buka, Nindya melangkahkan kakinya ke pantri dan menuangkan air putih segelas penuh. Meneguknya sampai tandas dengan mata tertutup dan mengakhiri dengan hembusan nafas panjang. "Maaf aku jadi melibatkanmu” tuturnya begitu melihat Abra berdiri diam menunggu penjelasannya. Dia tahu kali ini tidak mungkin bisa menghindar lagi untuk memberikan penjelasan kepada laki-laki itu. Tidak setelah ke

