Bunyi roda terpaut nyaring dengan lantrai kramik rumah sakit malam itu. seorang pria dengan simbahan darah ditanagn dan wajah terbaring lemah diatas ranjang dorong. Ia nggak bisa melakukan apa pun selain meringis mehana sakit akibat lukanya. Semuanya terjadi tiba-tiba, hingga ia lupa bagaimana caranya ada ditempat itu. Nggak kuat menahan sakit, ia pun nggak sadarkan diri. Sementara itu para perawat dan seorang dokter lekas-lekas mendorongnya keruang UGD, karena keadaan pria itu akan terbantu diruang itu. setelah sampai didalam ruangan, ditutupnya pintu yang akan membuat semua orang tahu. Didalam sana, seorang dokter dibantu beberapa perawat memulai semuanya, dari mulai membersihkan luka dari darah. “Berikan dia obat anti inveksi.” Kata sang dokter. Sang perawat hanya mengangguk. Setela

