Dikuceknya kedua mata itu pelan dengan kedua tangannya, saat ia menyadari bahwa ia masih ditempat yang sama. UKS sekolah. Hampir setiap pelajaran MIPA ia pasti langsung berlari ke UKS dengan berbagai alasan, seperti sakit perut, meriang, dan sebagainya. Kadang para guru tahu kebohongan itu, tapi mau bagaimana lagi. Vigo tak akan mempan dengan marahan para guru yang baginya tidak akan berguna sedikit pun. Sama seperti kemarahan sang Mama yang hanya lewat saja, lalu pergi ketakutan karena sikap dingin Vigo. Tapi, ada satu hal yang mampu membuatnya mematuhinya, hal itu adalah Luna. Mengingat nama itu, ia menggidik jijik saat apa yang dilakukannya tadi pada Angga. Bagaiman mungkin ia bisa melakukan hal itu? Pasti saat itu ia sedang dirasuki roh setan alay yang centil. Tidak-tidak. Vigo membua
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


