Kenapa pagi cepat datang?! Vigo serasa enggan berjalan menuju mobil, matanya masih mengantuk dengan kantum hitam yang membekas disana. Bayangkan saja ia tidur pukul empat dini hari setelah pulang dari kantor polisi, ah tidak juga. Sebenarnya ia memikirkan banyak hal yang ingin ia agendakan hari ini, seperti bagaimana caranya untuk mengurungkan niat Luna, agar dia tak membujuknya menyapa anak konyol bernama Angga. Atau kalau bisa ia membungkam mulut Luna dengan sendal jepit saja, tapi itu bukan cara yang ampuh sepertinya. Saat masuk kedalam mobil, dengan wajah yang bingung sang supir menatap dari kaca didekat kemudi. “Den Igo kenapa, kok tumben-tumbennya diem aja.” “Lagi sariawan, Pak.” Kata Vigo bohong. Memang biasanya jika pagi begini, Vigo sudah berteriak dengan kencang untuk membaw

