Vigo menarik gas motornya yang belum dimasukkan gigi dengan kencang, membuat suara yang nyaring beradu dengan kenalpot. Salah seorang rivalnya melakukan hal yang sama, saat yang lain menyoraki mereka. Para remaja tanggung berkumpul ditempat itu sambil terus berteriak tak tentu. Seorang cewek dengan celana jeans hitam, baju kotak-kotak panjang yang terbuka, mengacungkan tangannya lalu menurunkannya dengan cepat. Kedua motor yang beradu itupun melaju dengan kencang, menggeliat dijalanan yang sepi tanpa hingar-bingar kendaraan lain. Vigo semakin beringas menarik gasnya, bahkan seakan spidometernya berputar tak beraturan saking cepatnya. Ia mulai balapan untuk malam itu, semua karena banyak masalah yang terus terjadi. ditumpahkannya amarahnya dengan cara kebut-kebutan. Ia tak peduli meskipu

