“Rev. Lo kangen gue juga nggak?” Setelah kalimat itu terlontar Noel terdiam. Mulut sialan! Dalam hati dia memaki mulutnya yang asal jeplak itu. Sedangkan Revila terdiam, kaget dengan pertanyaan barusan. Dia menunduk memperhatikan flat shoes cokelatnya. Dia tidak tahu ini yang namanya rindu atau tidak. Sejak kemarin dia ingin bertemu Noel, tapi Revila sadar lelaki itu mungkin sudah memiliki tambatan hati. “Emm. Gue nggak tahu,” jawabnya lantas berbalik dan masuk ke rumah. Jawaban yang terdengar lirih itu membuat Noel terdiam. Kecewa dan rasanya campur aduk. Ternyata begini ketika rindu tidak berbalas. Sama seperti saat cinta ditolak. “Nggak mungkin juga Revila kangen gue,” gumamnya kecut. Lelaki itu berbalik, kembali ke mobil dan mengemudi ke rumah Dean. Sampai di rumah minimalis itu Noe

