“Lo suka sama dia, ya? Kelihatan kok.” Lagi-lagi Revila tersentak. Dia menatap Lory dengan wajah kaget. Perlahan kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Apa iya gue suka sama Noel? Melihat Revila yang tidak kunjung menjawab Lory tersenyum miring. Dia mulai memasang kayu-kayuan di sekitaran pinggiran lalu memasang miniatur mobil di bagian dengan. “Dari dulu gue udah tahu lo, Rev.” Revila melirik sekilas lalu fokus menggunting kertas berpola batik. Dia lalu meletakkan kertas itu di bagian atas maket. “Emang ada yang aneh sama gue?” tanya Revila ingin tahu. Selama ini Revila tidak merasa aneh. Dia masih menjadi gadis yang dulu, yang lebih mementingkan urusan kuliah daripada asmara. Hanya saja dia menyadari lebih sering ke kafe. Selebihnya dia merasa seperti sebelumnya. “Nggak biasanya

