14-Terpaksa Kencan

1637 Kata

Ada yang aneh dengan kantor, setidaknya itu yang dirasakan Noel. Sejak turun dari mobil hingga sampai di ruangan dia mendapati tatapan aneh dari teman-temannya. Rata-rata mereka menatap Noel sambil menahan tawa. Padahal Noel tidak merasa sedang menunjukkan wajah humornya. Bagaimana mau melucu dia saja masih kesal karena tindakan sang mama dan kakaknya. Brak! Noel masuk ruangan sambil mendorong pintu dengan kencang. Dia menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya lalu memijit pelipis. Bisa jadi mamanya itu telah menyadari kalau dia kabur. Noel terkekeh karena mamanya itu kadang sangat tidak peka. “Ck!” Jika ingat dengan sang mama, Noel ingat dengan selebaran memalukan tadi. Dia lalu menegakkan tubuh bersiap untuk bekerja. Namun, selebaran di meja kerjanya membuat lelaki itu melotot. “S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN