Selama dua jam hujan belum juga reda. Dua orang yang saling berhadapan itu telah menghabiskan segelas cokelat dan roti bakar buatan Bento. Kini mereka kekenyangan dan menatap hujan yang masih saja turun. Dari tempatnya Revila melihat cahaya lampu depan yang memantul terlihat blur karena tetesan air yang turun. Melihat pemandangan ity dia langsung mengambil ponsel. “Suka motret?” Noel yang mendengar suara bidikan kamera seketika menoleh. Dia melihat Revila mendekatkan ponsel ke kaca lalu gadis itu melirik sekilas. “Cuma suka,” jawab Revila lalu memasukkan kembali ponselnya ke tas. Gadis itu menyandarkan tubuh lalu mengedarkan pandang. Tidak ada pengunjung lain yang datang di kafe. Hujan memang datang membawa berkah dan masalah sendiri. Seperti sekarang ini, kafe tampak sepi tapi berkahn

