12-Cokelat Manis

1708 Kata

Pagi ini yang seharusnya bekerja kelompok di kampus mendadak berganti haluan. Dee memberi pesan jika dirawat karena sakit. Seketika Revila dan Lory ke rumah sakit untuk menjenguk teman sekelompoknya itu. Mereka tidak akan sepanik ini jika Dee tidak mengirim foto dengan muka membiru dan air mata memerah. Revila dan Lory takut terjadi sesuatu yang fatal. Hingga terpaksa, kerja kelompok itu harus ditunda. “Kemarin sih dia sempet telepon gue,” kata Lory sambil berjalan di samping Revila. Pandangan Revila fokus ke depan. Dia ingat kemarin siang saat Dee curhat bersamanya. Temannya itu sangat frustrasi dan kali ini entah apa yang terjadi. Sambil berjalan sesekali Revila menggumam berharap kondisi Dee tidak terlalu parah. “Ruangan pojok itu, ya?” tanya Revila saat melihat ruangan paling pojok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN