“Noel!” Jeritan itu menggema di dapur. Audrey masuk sambil mengedarkan pandang, mencari lelaki yang selama beberapa hari menginap di rumahnya. “Noel mana?” tanyanya saat melihat Bento dari arah kamar mandi. “Mas Noel di depan kayaknya.” “Nggak ada,” jawab Audrey sambil menggeleng. Dia telah mencari ke penjuru kafe, tapi lelaki berambut lebat itu tidak ada. “Kayaknya di halaman samping,” kata Yoi. Audrey langsung menuju halaman yang dimaksud lewat pintu belakang. Dia berjalan keluar dan melihat Noel sedang meletakkan pot bunga. “Percuma lo kasih pot bunga. Nanti juga ditabrak.” Noel yang sedang menunduk seketika mengangkat wajah. Dia melihat Audrey berjalan dengan rambut panjangnya yang tertiup angin. “Lo ke sini sama siapa?” “Sendiri.” Wanita berkaus kuning kunyit itu duduk di pingg

