Tubuh Zinnia terasa membeku, kala kedua netranya menatap pria dengan busana formal yang ikut terpaku membalas tatapannya. Berjuta kekaguman juga turut mengisi benaknya, melihat penampilan pria itu kini sudah jauh berbeda, setelah sekian lama tidak berjumpa. Jantung Zinnia pun kian bergemuruh, tetapi dia hanya diam dengan mulutnya yang tak mampu mengucap sepatah kata pun. "Zinnia!" Begitu juga dengan Wala, hanya nama wanita itu yang terucap lirih dari bibirnya, seakan tidak percaya dengan siapa yang kini ada di hadapannya. "Tuhan, benarkah dia Zinnia atau aku hanya sedang bermimpi?" Batin Wala bergejolak, merasa seolah dia sedang berada di dalam dunia khayalan. Bagaimana tidak, pertemuan dengan wanita yang begitu dia rindukan selama ini, terjadi sangat di luar dugaannya. "Zinnia, tak k

