Hari menjelang petang, ketika Wala melewati jalanan kota yang masih terlihat padat. Dia baru saja keluar dari sebuah cafe, setelah menyelesaikan meeting singkat dan nonformal, bersama beberapa orang rekan bisnisnya. Mobil yang dikendarai Wala terus melaju, tetapi dia justru berbelok arah, memilih untuk tak langsung menuju rumahnya. Ada rasa enggan untuk pulang dan malas jika setiap saat selalu saja mendengar sang papa, membahas tentang perjodohannya dengan Azalea. Pada sebuah persimpangan, Wala masuk ke sebuah kawasan perumahan dan langsung memarkirkan mobilnya di depan salah satu toko kelontong yang ada di pinggir jalan utama perumahan tersebut. Dengan tergesa, Wala turun dari mobilnya dan masuk ke dalam toko. "Mak ... aku datang!" panggilnya, seraya terus masuk dan mencari-cari seseor

