"Dania? Nanti kamu share loc ya?" Suara pak Farhan kembali terdengar. Suaranya terdengar lembut, seperti tidak ada rasa kecewa di dalam dirinya. Suara yang bisa menenangkan setiap telinga yang mendengar. Ya, sepertinya Pak Farhan adalah sosok penenang yang mungkin saja Dania butuhkan. Namun, entahlah. Belum ada yang kepikiran sampai di situ. Lagipula, pasti dia akan merasa bahwa Pak Farhan terlalu baik untuknya. Seorang pemilik bakery tempat dia bekerja, seseorang yang santun dan selalu baik hati kepada semua orang, apakah pantas untuk dia yang hanya seorang biasa, ditambah lagi Dia adalah seorang perebut suami orang. Dari tadi Dania banyak bengongnya dan banyak berfikir. Dia ingin menolak, tetapi apakah dia bisa menolak keinginan gadis kecil yang sepertinya benar-benar berharap untuk

