Ratih memeluk lututnya di pojok kamar. Dia masih menangis sesenggukan. Sejak beberapa jam yang lalu, air mata itu terus menuruni pipinya. Meskipun dia sudah memberi pelajaran dania dengan cara membuat video pembongkaran perselingkuhan mereka berdua, tetapi tetap saja hati Ratih masih sakit. Menurutnya, itu sama sekali belum cukup untuk membalas rasa sakit hati karena penghianatan yang telah mereka perbuat. Kedua tangannya memang sedang memeluk lutut, tetapi jari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya sedang memegang sebuah benda pipih kira-kira berukuran 6 centi meter. Sebuah benda putih warna putih dan biru dengan dua garis merah. Ya, Ratih positif hamil. Dia sudah menunggu ini dari beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya Ratih ingin memberi kejutan Alfi di pagi hari ketika mereka terbang

