"Waktunya habis, ayo keluar!" Pak Hardi teriak dari luar. Perlahan-lahan mereka Langsung mengurai pelukan. Masing-masing dari mereka mengusap air mata. Mereka tidak tahu, setelah ini mereka masih bisa bertemu lagi atau tidak. Yang jelas, di hati mereka masing-masing, mereka belum ikhlas untuk saling melepas. "Mas, Aku pergi dulu ya?" Air mata Dania yang baru saja diusap, kini kembali menetes. Alfi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. Ditatapnya Dania lekat-lekat. Berharap itu bukan tatapan yang terakhir. Alfi tersenyum, lalu menghapus air mata Dania sok kuat, padahal dia sendiri juga menahan air mata. Namun, dia laki-laki yang harus terlihat lebih kuat. "Aku Ingin bilang, jangan pergi! Namun, aku bisa apa? Semoga kita masih bisa bertemu lagi. Kalaupun tidak, Semoga

