"Mas, tumben Mas tidak cepat-cepat ke toko. Biasanya mas selalu berangkat pagi-pagi akhir-akhir ini, katanya mau datang lebih awal daripada para karyawan supaya bisa mengontrol banyak hal," ucap Ratih pada Alfi yang saat itu masih duduk di atas tempat tidur. Alfi terlihat tidak tenang. Tentu saja, karena dia terus kepikiran Dania. Dia ingin Ratih segera berangkat dan dia bisa segera menemui Dania yang pasti sudah menunggunya di ruang belakang. Alfi menguncinya di sana, takut dania sakit perut, takut Dania lapar atau mungkin bisa jadi Dania mau ke toilet. Ah, Alfi benar-benar tidak tenang, tetapi dia tetap berusaha untuk bersikap senormal mungkin. Ratih sibuk mengoleskan lipstik ke bibirnya. Dia sudah siap memakai baju dinas. Rambutnya digelung Indah penampakan leher putih bersih. Ratih

