Suara Hati Ratih

1040 Kata

Setelah mereka menghabiskan malam yang indah berdua di pasar malam, Alfi segera mengantar dania pulang. Dan ia tidak keberatan jika diantar pulang, karena sudah malam, kecil kemungkinan tetangganya akan kepo. Dia paling tidak suka dikepoin, apalagi Mbak Sum. Kadang mulutnya sangat membahayakan. "Sayang, aku nggak masuk ya? Aku harus segera pulang, takut Ratih curiga," ucap Alfi saat dia baru saja mematikan mesin mobilnya. Dania hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman. "Mas hati-hati ya? Aku masuk dulu." "Sayang, tunggu!" "Hmmm … " "Alfi mendekatkan wajahnya ke wajah Dania. Wajah yang masih lugu dan polos. Wajah polos itu, benar-benar membuat Alfi gemas. Disentuhnya bibir mungil nan tipis Dania. Bibir itu tampak ranum di mata Alfi. Saat itu, Alfi benar-benar tidak bisa menah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN