"Mandilah dulu, Nanti malam aku akan kembali datang. Layani aku sampai aku puas, Sayang. Sayang sekali Kalau tubuh molekmu ini dianggurin. kalau kamu melayaniku, bukankah itu akan menjadi pahala untukmu. Ayo sayang, mandi dan puaskanlah suamimu ini," ucap Amin sambil menowel dagu Dania dengan telunjuknya. Tatapan matanya masih menampakan kesombongan, seolah sorot mata itu berkata bahwa dia bisa melakukan apapun pada Dania. Sekaligus pandangan mata penuh nafsu. Rasanya dia ingin menerkam Dania saat ini juga. Dania bergeming, hanya menatap laki-laki itu dengan tatapan tajam penuh kebencian. Semakin jijik dan semakin muak dia menatap raut wajah penuh kesombongan itu. Dia merutuki dirinya sendiri, Kenapa waktu itu dia tidak mengerahkan segala kekuatannya untuk kabur agar tidak jadi dinikahka

