Dania membuka pintu pagar dengan sangat pelan sambil sesekali menoleh ke arah pos scurity. Pintu dibuka sedikit sekali sekira badan Dania bisa melewatinya. Pak Dadang, itulah nama security di rumah Amin. Dia masih asyik mendengarkan musik sambil geleng-geleng kepala. Pintu pagar sedikit berderit. Dania memejamkan matanya. Takut suara deritan pintu pagar terdengar oleh pak Dadang, tetapi syukurlah. Pak Dadang masih berada di tempat semula dan tidak bergerak sedikitpun. Aman. Sepertinya Pak Dadang memang tidak mendengar suara itu. Dania segera keluar dari pagar itu dengan lega. Lalu dia segera berlari sekencang mungkin. Ya, dia tidak tahu kemana dia harus melangkah. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Yang bisa dilakukan adalah berlari sekencang mungkin jangan sampai ada yang meli

