"Dania … kenapa bengong? Beli di mana kalungnya?" Ratih mengejar Dania dengan pertanyaan tersebut. "Eh … biasalah. Di tempataku biasa beli, Tih. Itu, di samping Hotel Antaka." "Ooh …." Ratih terlihat manggut-manggut. Entahlah apa yang dia pikirkan saat itu. Yang jelas dia seperti tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Dania. "Tih, besok-besok lagi nggak usah repot-repot membelikan aku makanan. Kalau aku tidak sempat masak, pasti aku akan beli kok. Oh iya, aku sudah ada pekerjaan, Tih. Aku bekerja di bakery yang tidak jauh dari sini," ucap Dania sambil menuangkan bumbu sate ke atas tusukan sate yang sudah diletakkan di atas nasi. "Hah? Beneran? Kamu sudah diterima kerja? Cepat sekali, Dan. Kamu baru melamar hari ini langsung diterima?" Ratih terperanjat sekaligus tidak percaya

