Kasih Sayang Ratih

2177 Kata

Dari kejauhan, Alfi menatap mereka bertiga dengan tatapan penuh kebencian. Dia benar-benar tidak suka melihat kedekatan Dania dengan Farhan dan juga cinta. Mereka baru kenal beberapa jam, tetapi seolah mereka sudah kenal sama beberapa tahun. Mereka tampak begitu akrab dan begitu dekat. "Ayo Bunda … Kenapa susah banget sih diminta untuk suapin aja." Cinta kembali merengek. Dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Yang dia tahu bahwa dia ingin melihat pemandangan seperti 1 tahun yang lalu. Saat Ayah dan Bundanya selalu romantis saling menyuap, saat suasana rumah selalu adem penuh dengan canda tawa. Anak kecil itu hanya merindukan saat-saat itu. Dia tidak mau tahu bahwa Dania adalah orang lain dan bukan siapa-siapa. Dania terlihat menghela nafas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN