"Cinta, Bunda mau ngomong sebentar sama Om. Cinta sama ayah dulu ya, Nak. Ayo sini sayang." Alfi menatap putrinya sambil tersenyum, kepalanya mengangguk pelan, meminta sang putri untuk menghampirinya. "Eh, ini Ayahnya Cinta?" Alfi tersenyum hangat ke arah Farhan. Meskipun sebenarnya didalam hati dia tidak suka melihat dania jalan bersama dengan laki-laki lain, siapapun laki-laki itu. Tania berdiri sambil tersenyum, lalu menoleh ke arah Alfi. "Eh, perkenalkan Mas, ini Pak Farhan. Pemilik bakery di tempat aku bekerja. Pak Farhan, ini mas Alfi." Tania memperkenalkan mereka berdua. Mereka saling berjabat tangan dan tersenyum hangat sambil menyebutkan nama mereka masing-masing. Dalam hati Alfi bertanya, Bagaimana bisa Dania cepat sekali mendapatkan pekerjaan? Denia juga sudah beda sekali

