Kembali ke Sarang Drakula

1001 Kata

"Bangun!" Terdengar suara berat namun tegas di telinga Dania. Ya, Dania hafal betul itu suara siapa. Dania mendongakkan kepalanya. Dilihatnya sosok paruh baya yang sedang berdiri di hadapannya dengan mata yang melotot, rahang yang mengeras, dan muka yang memerah. "Bapak," ucap Dania lirih dengan air mata yang menetes di pipinya. Dania segera berdiri, lalu dia tertatih menghampiri ayahnya dan ingin memeluknya. Ingin dia tumpahkan rasa takut itu pada sosok Ayah yang diharap bisa menjadi sosok pelindung. dia ingin segera mengatakan apa yang dia rasakan selama tinggal di rumah yang seperti neraka itu. Namun, pak Hardi menepis tangan Dania yang mencoba untuk memeluknya. Matanya masih melotot dan rahangnya masih mengeras. "Sudah puas kamu mempermalukan Bapak seperti ini, Dania?" Pak Hardi me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN