"Nak Amin, Maafkan Dania yang belum bisa menyesuaikan diri di sini. Kamu suaminya sekarang, dan berhak melakukan apapun yang sekiranya perlu dilakukan. Dania memang masih perlu banyak bimbingan darimu. Mohon maafkan kesalahannya kali ini," ucap Pak Hardi. Terlihat dari raut wajahnya bahwa beliau sedang malu. Iya, pak Hardi malu dengan tingkah laku anaknya yang kabur saat malam pertama pernikahannya. Dania bergeming. Darahnya mendidih saat mendengar ucapan Maaf dari mulut bapaknya. Tidak, seharusnya Papanya tidak merendahkan diri dengan cara meminta maaf, karena itu akan semakin membuat Amin gede kepala dan semakin berbuat semena-mena terhadap Dania. 'Bapak bilang apa? Amin berhak melakukan apapun sekiranya perlu dilakukan? Ah, Bapak sama sekali tidak tahu bahwa dengan ucapannya itu aka

