"Mas, sudah 3 tahun kita menikah. Aku hafal betul gerak-gerik Mas. Aku tahu Mas sedang tidak jujur. Tolong sekarang jujur padaku Mas? Apakah mas gelisah dari tadi malam gara-gara Dania menikah? Apakah saat ini Mas Alfi sedang memikirkan Dania. Apapun jawaban Mas Alfi, Saya akan terima. asalkan Mas Alfi mau jujur sama aku." Alfi mendekati istrinya, mendekatkan bibirnya ke kening licin sang istri. Lalu mengecupnya lembut. Itulah senjata Alfi ketika istrinya marah-marah. Namun bedanya, biasanya dia melakukannya dengan penuh cinta dan dengan tulus. Beda dengan hari ini, Dia terlihat terpaksa dan tidak dengan hati. Tentu saja Ratih bisa merasakannya. Dia melakukan itu hanya untuk mematahkan keraguan Ratih. Meskipun sebenarnya, tebakan Ratih memang benar adanya. Bukankah wanita memang begitu.

