Kecurigaan Ratih

1060 Kata

"Em … Bu Darsih, Maaf. Ini ternyata kurirnya teman saya yang lama tidak bertemu, jadi melepas rindu," ucap Dania yang benar-benar tidak masuk akal. Pikirannya sudah buntu tidak tahu harus bicara apa lagi. Bu darsih yang tadinya wajahnya menegang, kali ini langsung mengurai senyum. Senyum hangat yang membuat Dania mengerutkan keningnya. "Bu Darsih tersenyum?" "Nggak apa-apa Mbak Dania. Saya tahu kok dan saya paham. Tenang saja, Saya tidak akan mengadukan ini pada Pak Amin." Ucapan Bu darsih itu benar-benar seperti aliran sungai yang menyejukkan hati Dania. Ah, ini adalah salah satu keajaiban di rumah ini. Dania langsung menghampiri Bu darsih lalu memeluknya erat saking bahagianya. Dia tidak menyangka kalau akan seperti itu reaksi Bu darsih. Itu artinya pergerakannya di rumah itu tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN