LIMA PULUH

2240 Kata

Mobil Bayu memasuki halaman rumah, dan ketika melihat mobil Dimas terparkir di halaman, ia lega. Bayu juga sedikit merutuki diri sendiri kenapa tidak menelepon Kakek Yadi. Parkir secara asal, Bayu pun keluar dari mobilnya dan masuk ke bagian dalam rumah. Anehnya, ini masih pukul delapan malam tapi rumah sudah sangat gelap. Lampu-lampu yang menyala hanya lampu yang berada di sudut-sudut ruangan. “Dim? Dimas?” Seru Bayu, tapi tak ada sahutan. “Kek? Kakek Yadi?” Bayu memanggil lagi, dan sama saja... tidak ada sahutan. Bayu langsung berlari ke lantai dua. Ia menuju kamar Dimas, kamar yang terdekat dari tangga. Membuka pintu kamar tersebut, kamar Dimas terlihat rapi dan kosong. Tidak ada tanda-tanda orang di dalamnya, tapi Bayu tetap masuk, memeriksa bagian kamar mandi dan sama... kosong.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN