Ketika membuka mata, Dimas kaget melihat sekelilingnya. Ia tertidur di sebuah tempat yang kumuh. Ada banyak daun kering di tanah yang ia tiduri itu. Dan, ia seperti berada di dalam sebuah gua, atau sarang lebih tepatnya. Berusaha bangkit, Dimas merangkak keluar dari sarang yang kotor itu. Ia lalu melihat sekitar. Ia tak tahu ada di mana dan apa yang membawanya ke sini. Sama seperti orang-orang sebelumnya, dan Buto Ijo. Dimas kehilangan ingatannya. Dimas berjalan tak tentu arah. Ia sama sekali tidak tahu menahu apa yang membuatnya bisa berada di dalam hutan yang sangat luas ini. “Tolong!” Teriak Dimas. Ia merasa putus asa dengan dirinya sendiri yang tidak tahu apa-apa. “Tolong!” Serunya lagi. Dimas terus berjalan tanpa tujuan. Ia mendengar suara air mengalir dari kejauhan dan ia pun m

