Hembusan angin menerpa lembut wajah polos gadis yang masih memakai mukenahnya itu. Mata sembabnya mengerjap sendu dengan mendongak menatapi langit yang masih gelap itu di atas sana. Hidungnya sesekali mendengus, dengan pipinya yang masih menempel pada meja belajarnya. Matanya masih memandang jauh langit yang perlahan mulai cerah itu. Menunggu matahari menjemput. Syaqila Reswara, memilih meninggalkan rumah dan menetap di rumah kembaran ayahnya sendiri, Azura Rena Redwana. Qila tidak pernah kepikiran akan mengalami masa-masa paling sulit dalam hidupnya. Pertama, saat bundanya meninggal karena ulah seniornya di sekolah yang bernama Yunnaa Quennisa. Kedua, ayahnya memilih masuk penjara hanya untuk melindungi Yunna dan Wisnu yang notabennya pelaku pembunuhan istrinya sendiri. Syaqila benar
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


