"Dengan Keluarga pasien" Kahfi buru-buru mendekat. Bumi yang dipijak seakan menggongcang dirinya kesana kemari. "I-Iya saya suaminya Dok" Jawab Kahfi buru-buru. Pikirannya kalut dan banyak hal negatif yang mempengaruhi sehingga kalau bisa dia tidak ingin mendengarkan apapun dari dokter. Takut? Ya jelas, Kahfi sangat takut sekali. Dokter itu berjenis kelamin perempuan, wajahnya terlihat tenang walaupun ada jejak kelelehan yang bersisa di sana. "Bisa ikut saya sebentar, ada beberapa hal yang harus saya diskusikan dengan bapak. Mari pak" Ujar dokter tersebut. Kahfi mengangguk lemah dan mengikuti langkah dokter tersebut dan beberapa perawat. "Gue ikut Kaf" sela Bima khawatir. "Gue baik-baik aja. Percaya sama gue" balas Kahfi meyakinkan teman-tamannya bahwa dia siap

