Perjalanan Panjang dari tempat itu kerumah sangat lah terasa apalagi jika bersama dengan orang yang kita sayangi.
Bohong jika Tasya tak ada rasa dengan Niko.. semenjak Niko mengucap ijab kabul semenjak itulah ia sudah mencintai suaminya.
namun Niko malah memberi nya luka bisa bisa nya ia memberitahu Tasya jika pernikahan ini hanya sebuah kontrak dan sekarang ia malah membawa pulang kekasih nya yang sedang hamil dan mengajaknya untuk tinggal bersama.
hati istri mana yang tak runtuh ketika ia harus hidup dengan pacar suami nya. namun apa lah yang bisa di perbuat oleh Tasya karena suami nya lebih menyayangi dan mencinai pacar nya dibanding dirinya istri SAH nya.
Perjalanan singkat namun terasa panjang itu berakhir ketika mobil yangia tumpagi sudah berada di dala perkarangan rumah.
Setelah memarkirkan mobilnya Niko langusng melepas seat belt nya dan begitu pula dengan milik Tasya lalu ia hendak menggendong Tasya kembali namun ditahan oleh Tasya.
"biar aku jalan sendiri" ucap Tasya
"kamu mau mati!!"
"aku bisa jalan sendiri" kekeuh wanita itu
"jangan menolak !! atau kau akan dapat yang kau mau!!" ucap Niko dingin
Tasya yang sudah mengerti maksud dari Niko langsung mengalah dan membiarkan pria tu kembali menggendong nya.
dan setiba di dalam rumah Niko langsung membawa Tasya masuk kedalam kamar nya yang berada di lantai satu.
di baringkan nya tubuh Tasya penuh perhatian di atas tempat tidur.
"diam disitu, biar aku ambil handuk" ucap Niko lalu pergi ke ke arah lemari mencari handuk untuk mengeringkan tubuh Tasya lalu kembali ke tempat Tasya setelah mendapati handuk yang ia cari.
Niko mengeringkan rambut Tasya begitu telaten lalu kelehr Tasya dan ketika ia ingin menuju ke tempat senstif milik Tasya, Tasya menahan tangan nya.
"sudah biar aku saja yang lanjutin tuan" ucap tasya yang hendak mengambil Handuk dari tangan Niko
"aku bilang diam, jangan bergerak terima saja"
"aku bisa sendiri tuan"
"TASYA"
"aku mohon biar aku sendiri"
"nggak !!"
"Tuan , apa tuan lupa jika dirumah ini ada nona Alexi? tuan tak malu dengan anak yang berada di kandungan nona Alexi? bagaiman jika ia tau jika papa nya malah bermesra mesraan dengan wanita lain sedangkan ibu nya masih terbaring lemah di kamar nya." Jelas tasya bukan nya ia tak mau nerima perlakuan manis Niko namun ia juga sadar jika Niko mendekati nya hanya ketika Alexi tak ada bukan.
sama saja ia hanya sebagai pelampiasaan dan Tasya tak mau, ia ingin Niko utuh bukan setengah setengah seperti ini.
"tapi kamu juga butuh aku"
"aku bisa sendiri tuan, tuan boleh kembalike kamar nona Alexi"
"siapa suami mu?"
"tuan" ucap Tasya ragu ragu
"terus kenapa kau malah meminta ku kembali ke kamar nya, kau tak merasa cemburu"
"apa aku pantas untuk cemburu? jika emang dari awal hati ku harus seperti baja kuat dari apapun"
"aku suami mu Tasya"
"aku tau tuan , bahkan setelah kamu mengucap ijab kabul aku sudah tau jika kamu suami ku"
"lalu?"
"lalu apa tuan? bukan nya semalam setelah ijab kabul tuan sendiri yang bilang jika ini hanya pernikahan kontrak , dan tuan meminta saya untuk tidak melibatkan perasaan dan saya sedang mematuhi itu" ucap Tasya
"maaf Tuan saya ingin ke kamar mandi , tuan silahkan kembali ke kamar tuan saya tak ingin nona Alexi berpikir yang tidak tidak karena ni" tambah Tasya lalu ia segera pergi ke kamar mandi meninggalkan Niko yang masih terpaku di ranjang
Tasya mencoba menjauh dari Niko ia tak ingin menjadi egois ,lagipula hubungan mereka hanya sebetas kontark pernikahan jadi untuk apa ia berharap lebih dengan Niko.
dan sekarang Alexi sedang mengandung ia tak ingin anak di dalam kandungan Alexi menjadi sebatang kara jika ayah nya meninggalkan nya.
Tasya langsung membsuh tubuh nya dengan air hangat , untung saja rumah Niko ini di tiap kamar mandi nya menyediakan air hangat.
.
.
.
Pagi menjelang Tasya seperti biasa ia selalu bangun subuh untuk shalat lalu setelah itu ke dapur membantu Bik Mirna memasak.
"selamat pagi bik" ucap Tasya sesaat ia sudah sampai di dapur
"pagi nyonya, nyonya sudah baikan ?"
"Alhamdulillah sudah bik"
"syukurlah soal nya sealam bobook lihat nyoya di gendong tuan, bibik pikir nyonya sakit"
"iya sekarang aku sudah baikan bik, oh iya pagi ini kita mau masak apa bik?"
"toast"
"wahh .. bibik tau darimana makanan toast? itu kan restoran punya, bibik keren loooh"
"heheh biik semalam nonton di TV cara cara membuat Toast ,dan pagi ini bibik mau coba"
yaudah bik ayok kita buat, aku juga pingin makan itu sebelumnya aku belum pernah lo bik, aku hanya lihat koki nya aja yang buat lalu antar ke meja pelanggan... sedih kali kan bik"
"nggak papa nyonya itu kan masa lalu sekarang kan sudah beda, nyonya bisa membeli apa yang nyonya mau"
"nggak juga kok bik, aku nggak bisa membeli apa yang aku mau, lagian aku juga nggak suka boros kan sayang uang nya"
"nyonya emang paling keren dehhh.. Tuan hebat banget bisa nikahin nyonya"
"terimakasih bik, dah ah ayok masak"
mereka berdua memulai ritual masak bersama dimulai dari menyiap kan isi an toast lalu memanggang roti tersebut dengan isi an yang sudah disiapkan tadi .
dan setelah semua rangkain cara memasak taost itu akhirnya jadi lah roti Toast buatan bik mirna yang dibantu oleh Tasya. mereka berdua merasa senang dengan hasil yang mereka dapat lalu merapikan nya dia atas meja makan makan.
Tak Lama Niko turun dengan Alexi, Alexi memeluk erat lengan kiri Niko sesaat mereka turun dari tangga.
lalu mereka berjalan ke arah meja makan dan tak lupa Niko dengan telaten menarik an kursi untuk Alexi , uhh sungguh pasangan yang serasi ucap Tasya dalam hati
"Toast?" ucap Alexi dengan dahi yang mengerut
"iya nona Alexi" jawab Bik Mirna
"kenapa pagi pagi makan toast si.. inikan banyak mengandung karbo , aku nggak suka ganti dengan salad aja" ucap nya sambil membuang Toast berharga itu ke lantai
"hei nona Alexi jika kamu nggak suka dengan makanan itu jangan membuang nya, kamu nggak tau di luar sana banyak orang yang ingin makan makan yang kau buang itu" Ucap Tasya dengan wajah yang merah pertanda ia marah
"apaaan si loo , ikut campur aja . ohh kenapa ? lo keingat masa lalu lo ya, dulu kan miskin nggak ada uang untung aja pacar gue ini mau mungut lo!"
"iya alhamdulillah saya di pungut tapi di jadikan istri sedangkan anda hanya sebagai simpanan!!"
"apa lo bilang !!! " ALexi berdiri ingin seklai ia menjawambak rambut Tasya namun sudah di tahan oleh Niko
"Tasya !!" ucap Niko
"ada apa tuan? saya salah? baiklah saya minta maaf dengan anda karena sudah mengganggu mood anda, karena itu saya mohon pamit" ucap Tasya lalu segera pergi dari meja dan tak lupa ia tetap membawa toast yang di buat nya tadi.
"Tas-
"sudahlah sayang nggak perlu di kejar biarin aja , bisa bisa nya dia ngehiana aku seperti itu !!" Alexi menahan NIko dan membawa nya untuk duduk kembali
"Bik buat kan aku s**u hamil saja" ucap Alexi kembali memerintah Bik Mirna
"baik nona"
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
Maaf harus update malam malam gini, soalnya baru selesai kerja :)