sesampainya di rumah sakit Niko langsung turun dari mobil nya dan mengangkat Alexi yang berada di pangkuan Tasya di kursi belakang.
"Tolong parkirkan mobil ya , aku mau langsung masuk" Jelas Niko ke Tasya sebelum ia masuk ke dalam rumah sakit.
Niko nggak Peka atau emang nggak tau si.. sejak kapan Tasya bisa ngendarain mobil.
Bawa motor aja dia baru bisa pas kerja hadeh...
"Gimana cara bawa nya?dorong aja apa?" ucap Tasya bermonolog
wanita itu mondar mandir di depan mobil.. mencari cara agar mobil itu bisa terparkir di tempat parkir dengan sempurna.
Tak disadari oleh Tasya dari kejauhan ada seorang pria yang merasa aneh dengan kelakuan Tasya , pria itu mendekat.
"Permisi nona ada bisa saya bantu?" ucap Pria itu dengan Tasya
"hm?" Tasya berpikir panjang apa ia akan minta tolong sama pria ini atau nggak..
"Yasudah saya permisi" ucap pria tersebut namun baru selangkah ia pergi sudah ditahan oleh Tasya
"Tunggu, hm tolong parkirkan mobil ini tuan saya nggak bisa bawa mobil soalnya" Jelas Tasya yang sedikit malu
"ohhh sini kuncinya biar saya parkirkan" ucap pria itu lagi
"kunci nya masih disitu" tunjuk Tasya ke arah tempat kunci yang emang awalnya masih disana
"ayok masuk.." ajak pria itu dan di balas anggukan oleh Tasya
"ehhh kenapa duduk dibelakang?"
"jadi?"
"saya bukan sopir kamu jadi duduk didepan" ucap pria itu
"ahh iya baiklah" Tasya berpindah duduk dari belakang lalu ke sebelah kursi driver.
tak butuh waktu lama mobil milik Niko sudah terparkir dengan sempurna di tempat parkir atas bantuan pria yang baru di temui Tasya.
"Terimakasih maaf merepotkan" ucap Tasya sungguh sungguh
"iya sama sama, kamu disini dengan siapa?"
"hmm .. sam-
belum sempat Tasya menjawab dari kejauhan Niko sudah memangil manggil namanya.
"Tasya...." teriak laki laki itu Tasya yang mengenalinya langsung berlari menuju Niko namun sebelumnya ia berpamitan dengan pria didepan nya ini.
"permisi, dan terimaksih tuan" ucap Tasya sebelum pergi
Setelah kepergian Tasya.
"Oh iya , aisss aku belum kenalan " ucap Pria itu
Di seberang sana Tasya sudah berada di depan Niko.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Niko sesaat Tasya sudah di depan nya
"tadi aku minta tolong mas yang ada disana untuk parkirkan mobil tuan"
"kamu nggak bisa nyetir?" tanya Niko sebab ia pikir Tasya bisa nyetir maka nya ia minta Tasya untuk parkirkan mobil nya.
"nggak" geleng geleng Tasya
"Maaf aku pikir kamu bisa.. yaudah ayok masuk aku takut Alexi sadar dan tak ada aku disampingnya" ucap Niko.
Namun apa Niko tak sadar jika apa yang ia ucapkan dapat membuat Tasya sedih.
"hmmm tunggu..." Tasya menahan NIko dengan menarik lengan Niko sebelah
"ada apa?"
"apa boleh aku pulang?"
"kenapa?"
"aku hanya nggak mau buat mood Alexi turun ketika melihat aku, tuan nggak mau kan jika dia bangun langsung pingsan lagi"
"ahh nggak mungkin Alexi sampai segitu"
"Tapi saya yang berpikir begitu, izinkan saya pulang ya tuan"
"kamu pulang pakai apa?"
"aku bisa naik ojek,angkot , bus "
"yasudah terserah kamu"
"baiklah terimakasih tuan" ucap Tasya lalu ia segera pergi dari hadapan Niko
"ehhh Tasya" teriak Niko lagi
namun Tasya tak mendegar nya, wanita itu begitu fokus dengan jalan nya sampai sampai Niko manggil pun ia tak dengar.
Tasya sudah berada di halte Bus, ia menunggu bus datang namun tak lama dari itu hujan mengguyur dengan sangat deras nya. Tasya yang tak membawa payung langsung segera meneduh ketempat yang tak basah.
sebab halte BUS yang ia tunggu atap nya bocor.
Hawa dingin menyerbak menusuk ke tiap inchi tubuh nya,namun Bus yang ia tunggu tak kunjung datang.
orang orang yang awal nya ramai pun perlahan sepi dan meninggalkannya seorang diri.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam namun Bus angkot bahkan ojek pun tak ada yang berlalu lalang.
Apa ia harus jalan kaki tapi jarak rumah nya dari sini sangat jauh.
.
.
.
sedangkan di rumah Niko sudah sampai dengan Alexi. wanita hamil itu dinyatakan tak kenapa kenapa dan sudah di perbolehkan pulang.
hanya saja diminta untuk tetap berisitirahat dan mengurangi untuk beraktifitas lebih karena kandungan na yang lemah.
Niko segera membawa Alexi ke kamar lalu ia keluar mencari keberadaan istri nya.
di cari nya kekamar namun Tasya tak ada.
"Bik tasya sudah pulang" Tanya Niko ke Bik mirna yang sedang menyiapkan bahan bahan untuk masak besok pagi
"belum tuan , bukan nya nyonya pergi sama tuan ya tadi"
"iya terus dia bilang mau pulang duluan"
"ya tuhan gimana ni tuan nyonya belum pulang.. mana hujan lebat lagi dari tadi soe, kalau hujan hujan gini BUS jarang beroperasi tuan karena jalanan licin" Jelas bik Mirna dengan wajah penuh khawatir.
"yasudah aku titip Alexi ya bik , aku mau cari Tasya dulu" ucap Niko sebelum segera pergi
"iya tuan" jawab Bik Mirna
"sungguh malang nasib nyonya" monolog Bik Mirna
.
.
.
Di perjalanan Niko terus melirik kiri kanan di cari nya di tiap halte bus apa ada Tasya atau tidak, namun wnaita itu kunjung tak ditemui.
dan ketika ia sedang memperlambat mobilnya samar samar ia melihat sesosok wanita mda yang sedang berteduh di pinggir jalan.
Niko langsung memberhentikan mobilnya dan keluar dari mobil lalu berlari menuju wanita yang ia lihat tadi , dan benar saja disana ada Tasya, wanita itu sedang kedinginan tampak dengan nya yang terus memeluk kaki nya dan tubuh nya yang mengigil.
Niko berlari ke arah nya dan memeluk nya dengan erat tak lupa ia melepas jaket nya dan di sanderkannya di bahu Tasya agar wanita itu tak kedinginan
Tasya yang tiba tiba di peluk oleh orang asing ia ingin berteriak namun ditahan oleh Niko
"ini aku" ucap Niko pelan namun ia tak melepas pelukannya
Tasya langsung diam
"kenapa nggak nelpon?" tanya Niko namun ia tak melepas pelukannya
"ma-af" jawab Tasya yang sedikit terbata bata karena dingin
Niko langsung menggendong Tasya dan membawanya masuk kedalam mobil. Tasya yang diperlakukan seperti itu hanya diam tanpa protes.
setiba di mobil Niko memasangkan seat belt Tasya dan mengambil handuk yang berada di dasbor nya . lalu mengelap tubuh Tasya agar kering.
"kalau aku nggak nemui kamu tadi gimana? kamu bisa meninggal karena kedinginan !!" ucap Niko dengan suara nya yang sedikit keras
"Ma-af" hana kata maaf yang bisa lolos dari bibir Tasya
Niko menahan kembali amarah nya ia segera mengendarai mobil nya menuju rumah.
>>>>>>
Bersambung ...
Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalakn komentar yaaaa:)