Malam menjelang Tasya sedang sibuk nonotn drama korea kesukaan nya , tiba tiba ada orang yang masuk kedalam rumah nya tanpa mengetuk pintu.
Tasya langsung menuju ke pintu depan namun saat ia sampai begitu terkejutnya ia dengan apa yang ia lihat.
Ternyata ada Niko . namun ia tak sendiri Niko ia membawa wanita disamping nya yang sedang menggandeng erat lengan Niko
"Hai" ucap girang Wanita disamping Niko dengan melambaikan tanganya ke arah Tasya
Tasya tak merespon fokus nya masih ke arah Niko , dan begitu pula Niko.
"kenapa diam?" Tanya wanita itu ketika ia sadar jika ia di kacangin oleh Tasya
"heiiiiiiiii" panggil wanita itu lagi
"hm" jawab Tasya pelan setelah ia sadar dengan lamunan
"hem hem perkenalkan nama gue Alexi , gue pacar Niko dan sekaligus ibu dari anak Niko yang sedang gue kandung sekarang" ucap wanita itu dengan bangga sambil mengelus elus perut nya yang masih rata.
Tasya menatap nya dari atas sampai kebawah dengan tatapan jijik. bagaimana tidak wanita itu dengan bangga nya memperkenalkan dirinya bahw aia adalah pacar dari suami orang di tambah lagi dengan keadaan hamil sekarang.
sungguh wahhhh
"apa yang lo lihat?" sela Alexi setelah sadar dengan tatapan Tasya yang tak biasa terhadapa dirinya.
"enggak hanya aneh saja, oh ya perkenalkan aku Tasya istri SAH dari pria yang sedang anda gandeng . ups salah pria yang anak nya sedang anda kandung ya?" ucap Tasya dengan suara yang sedikit menghina.
"dan maaf aku sedikit alergi dengan wanita perebut suami orang" Tambah Tasya lalu ia segera pergi meninggalkan dua sejoli itu
"APA !!!!! HEIII J4L4NG APA LO BILANG !! YANG PEREBUT DSINI LO BUKAN GUEEEE" teriak Alexi tak terima
namun Tasya tak peduli wanita itu masih saja melanjutkan jalan nya sampai ke arah belakang ruamah,
"sayang kamu kenapa diam saja si... aku barusan dihina sama istri J4L4NG kamu tu" ucap Alexi
"sudahlah yok ke kamar , dan jangan teriak teriak Alexi kamu lupa kalau kamu sedang hamil, ibu hamil tak boleh teriak teriak tidak baik buat bayi kita" jelas Niko sambil merangkul Manja Alexi dan menuntun nya ke arah kamar.
Niko memberhentikan langkah nya setelah ia sadar kamar mana yang akan dibawanya.
kamar dia dan tasya? atau kamar tamu?
"kenapa berhenti si sayang?"
"hm?"
"kamu kenapa berhenti katanya mau ke kamar"
"aku lupa kamar kita kan di bawah"
"ha !! sejak kapan kamar kita dibawh..itu kan kamar tamu, aku nggak mau aku mau nya kamar kita yang lama!!" kekeuh Alexi
"tap-
"ayoklah sayang kamu mau terus terus an buat anak kamu seperti ini ? iya ? "
"yuadah yaudah , ayok kesana" Niko mengalah
setiba nya dikamar NIko merasa ada yang aneh dengan kamar ini. terasa begitu sepi dan hampa. ia berjalan ke arah lemari di cek nya satu persatu lemari tersebut. dan benar saja pakaian Tasa sudah tak ada lgi. buru buru Niko keluar dari kamr ia berjalan keluar mencari keberadaan Tasya.
Alexi yang merasa ditinggal mencoba untuk mengejar sang suami namun karena capek ia memilih mengalah dan kembali ke kamar.
"Hm dasar laki laki jahat" sela Alexi sambil membaringkan rubuh nya
Niko mencari Tasya dari setiap sudut ruangan namun yang dicari tak kunjung di temui.
"Bik Tasya mana?" tanya Niko saat berpapasan dengan Bik Mirna
"di taman belakang mungkn Tuan" ucap Bik Mirna
"terimakasih" ucap Niko lalu meninggalkan bik Mrna dan langsung menuju taman belakang rumah
Sesampainya ia di tman belakang rumah. ternyata benar ada Tasya di sana . wanita itu sedang duduk duduk diatas ayunan warna warni sendiri an dengan bunga mawar putih di tangan nya. sepertinya baru di petik oleh nya.
Niko berjalan mendekati ke arah Tasya.
"boleh aku duduk?" tanya nya saat tepat berada di depan Tasya
"hm"
"kenapa barang barang kamu , kamu pindahin dari kamar ?"
"penghuni sebenarnya sudah pulang jadi untuk apa aku berda disana, aku juga sudah tau diri"
"kamu letak dimana pakaian mu?"
"di kamar tamu, sekarang aku tidur disana"
"hmm, syukurlah"
"tenang saja tuan Niko , aku tak akan pergi sampai perjanjian itu berakhir"
"aku tau"
"aku ada sebuah keinginan apa bisa kamu kabulkan?" tanya Tasya
"hm, selama tak merugikan"
"aku janji tak akan merugikan mu"
"jadi apa keinginan mu?"
"aku ingin kembali bekerja"
"kenapa? kau bosan dirumah? atau kau masih kurang dengan uang yang aku beri?"
"iya tentu aku bosan dirumah besar ini, dan lagian sekarang sudah ada dia kan , aku hanya tak mau menggagu kehamilan nya saat ketemu dengan ku setiap hari. jadi izinkan aku bekerja oh iya uang? selama kita menikah sampai saat ini kamu belum pernah memberi ku uang"
"masalah bekerja akan ku pikirkan lagi, uang? aku sudah mentransfer uang ke rekening mu .. coba saja kau cek"
"oh ya maaf semenjak dirumah mu aku tak pernah membuka HP ku"
"hmm"
"aku mohon semoga keinginan ku bekrja kamu kabulkan dengan cepat"
"kau sudah dapat dimana kau akan bekerja"
"akan aku cari"
"aku tak akan mengizinkan mu jika kau kembali ketempat kerja yang kemarin"
"baiklah selama tidak disana kau mengizinkan ku kan?"
"iya, tapi kamu harus memberitahu ku dimana tempat nya. baru aku beri izin"
"terimakasih.." ucap Tasya sungguh sungguh setlah itu ia ingin beranjak pergi namun ditahan oleh Niko
"mau kemana?"
"ke dapur"
"sekarang?"
"iy-
belum sempat Tasya menyelesaikan bicaranya tiba tiba saja Bik Mirna datang dengan tergesa gesa.
"ada apa bik?" Tanya Tasya
"itu nyonya ituuuuu"
"apa Bik , bibik tenang dulu baru cerita" ucap Tasya mencoba menengkan Bik Mirna
"Non Alwxi , non Alexi"
"ada apa kenapa Alexi?" Tanya Niko yang sudah berdiri dari tempatnya. karena ia tak ingin mendengar penjelasan dari Bik Mirna. Niko buru buru berlari masuk kedalam rumah .
ia mencari Alexi ke dalam kamar nya di lantai 2 dan benar saja Alexi sudah pingsan di lantai dengan daraj segar yang mengalir di sela sela paha nya.
"alexi.... alexiii" panggi Niko yang mencoba menepuk nepuk pipinya namun yang dipanggil tak kinjung bangun. Niko mengangkat Alexi dan langsung dibawanya menuju modil . di perjalanan ke mobil ia berpapasan dengan Tasya yang juga tampak nya sedang khawatir. wanita itu mengikuti Niko sampai ke garasi.
"boleh aku ikut?" tawar Tasya
"Hmmm" angguk Niko
mereka bertiga pun langsung menuju ke rumah sakit terdekat. diperjalanan nampak jelas wajah khawatir dari Niko. beberapa kali ia mengecek kondisi Alexi lewat kaca .
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>..
Bersambung...
terimakasih untuk yang sudah memberi comment :)