Datang

1062 Kata
Malam tlah berganti pagi dengan sangat cepat namun pagi ini tak seperti pagi pagi seminggu yang lalu sebab ada sesesok manusia yang sedang nyaman tidur disamping seorang wanita yang merasa kesepian tidur sendiri kamarnya yang sangat luas. Tasya sadar jika semalam Niko memeluknya, ia membiarkan nya sebab ia juga rindu hangat dari sang suami. sesaat Tasya ingin berdiri dari kasur nya, suara handphone Niko berdering pertanda telpon masuk. TAsya yang tak enak untuk mengangkat nya mencoba membangunkan Niko namunyag dibangunkan malah tak berinisiatif untuk mengangkatnya.  Telpon terus berdering , karena bosan untuk mendengar nya terus terusan Tasya mengangkat nya namun sesaat ia ingin mengangkat telpon tersebut ia membaca nama dari kontak itu yang di beri nama 'ibu dari anakku' oleh Niko.  sakit namun tak beradarah.. segala macam pertanyaan muncul di kepala nya sekarang. karena muak Tasya mengurungkan niat untuk mengangkat nya dan memilih untuk mandi.  Niko sama sekali tak terganggu bahkan setelah beberapa kali handphone nya terus berdering.  15 menit kemudian Tasya sudah selesai mandi , saat ia keluar dari kamar mandi ternyata Niko masih nyaman berada di dalam mimpi nya, Tasya tak ingin mengganggu ia berinisiatif menyiapkan pakaian Niko. lalu setelah itu ia menuju dapur. Di dapur tenyata sudah ada Bik Mirna yang seang sibuk dengan alat masak nya. "Selamat pagi bik" ucap Tasya  "Pagi nyonya Tasya" jawab Bik Mirna "Pagi ini bibik rencana mau masak apa?"  "Nasi goreng seafood seperti nya enak nya" "Baik bik ayok kita masak" Dua sejoli tersebut selalu tampak akrab padahal mereka baru saja berteman 1 bulan.  15 menit kemudian Nasi goreng seafood jadi Tasya langsung menata nya di atas meja makan, dan kembali kekamar untuk mengajak Niko sarapan bersama.  Namun sesaat ia sampai di depan pintu kamar , Tasya samar samar mendengar Niko yang sedang bertelponan. semakin dekat semakin jelas suara telponan mereka. mungkin karena Niko menghidupkan speaker nya saat telponan. (Perempuan) "Kamu kenapa nggak ke tempat aku?" (Niko) "aku ketiduran sayang, maaf ya" (Perempuan) "Jadi kapan kamu akan membawaku pulang? aku bosan di sini terus terus an" (Niko) "nanti aku cari tempat yang bagus ya untuk kamu" (Perempuan) "aku mau nya dirumah kamu sayang , kan ada Bik Mirna yang bisa jaga aku. dan lagian rumah kamu sangat nyaman bagiku" (Niko) "Tapi ad- (Perempuan) "kamu bilang kamu lebih sayang sama aku, kamu bilang dia hanya sebuah alasan untuk kita bersama, lalu kenapa kamu harus memikirkan perasaan dia. yang pokok nya aku mau rumah kamu aku nggak mau yang lain titik.!"ucap perempuan itu lalu mematikan telpon nya secara sepihak. setelah telpon dimatikan Tasya langsung buru buru kembali ke dapur ia tak ingin Niko tau bahwa ia menguping nya barusan.  Bik Mirna yang melihat sang nyonya kembali tanpa tuan di sebelah nya merasa aneh.  "tuan nggak sarapan nyonya?" tanya Bik mirna "sebentar lagi mungkin turun bik" ucap Tasya yang masih sanggup menhan air mata nya agar tak menetes benar saja 10 menit kemudian Niko turun dari kamarnya ia langsung duduk ditempatnya dan Tasya ya pun tau tugasnya. ia mengambil nasi goreng itu untuk Niko lalu baru miliknya.  "ayok bik sini makan bersama" ajak Tasya ke Bik Mirna karena selama Niko tak ada mereka emang sering makan di meja yang sama bahkan Tasya juga sering ngajak pak Roni juga sang sopir pribadi. "nggak nyonya nanti aja" tolak Bik Mirna karena sekarang Tasya tak sendiri ada Niko "ayoklah bik nggak papa kok" bujuk Tasya kembali "nggak nya bibik makan nanti aja" "Bik ayok lah" "Tap- "sudah bik ikuti saja mau nya, mari makn bersama sama" ucap Niko membuka suara Bik Mirna yang awal nya menolak akhirnya luluh dan mereka bertiga sudah berada di meja yang sama dan menyantap Nasi goreng itu dengan lahap.  setelah sesi sarapan tadi pagi Niko tanpa berpamitan pergi lagi, Tasya sudah tau kemana suaminya itu pergi. kemana lagi jika bukan ke tempat pacar nya.  dan sekarang Tasya sedang sibuk mencuci piring dengan bik Mirna disamping nya yang sedang sibuk memasak. "Bik"  "iya nya" jawab Bik Mirna yang fokus nya masih dengan lauk yang sedang digoseng goseng nya di atas penggorengan. "Habis ini bantui Tasya beresin pakaian ya bik" "he? maksud nyonya?" Bik Mirna yang tadi nya sedang fokus memasak langsung membalik an tubuh nya ke arah sang nyonya ia butuh jawaban dari sang yonya setelah kata kata ambigu keluar dari bibir nya. "iya aku mau pindah kamar bik" "kenapa nya? tuan gimana?" "tuan tetap disana, aku saja yang pindah bik" "kenapa? boleh bibik tau alasan nya" "penghuni sebenarnya sudah pulang bik, jadi aku mau undur diri dari sana" "maksud nyonya" "Bibik pasti tau maksud aku bukan" "nona Alexi?" ucap Bik Mirna ragu ragu Tasya membalas nya hanya dengan anggukan anggukan kecil dan tak lupa senyuman manis mengembang dari bibirnya. "tapi kenapa nyonya yang ngalah, nyonya adalah nyonya yang sebenarnya disini. nyonya tak bisa melepaskan milik nyonya begitu saja" ucap bik Mirna yang tak suka dengan keputusan nyonya nya itu "aku bisa apa bik jika perasaan nya bukan milik ku , jadi lebih baik aku tau diri dan pergi sebelum diusir" "nyonya .. nyonya beneran mau meleas tuan begitu saja? nyonya rela?" Tanya Bik Mirna memastikan "aku sudah kalah bik dari awal untuk apa aku memulai perang, buang buang tenaga saja" "siapa yang bilang nyonya kalah, nyonya sudah ambil start duluan, nyonya lupa kalau nyonya istri sah nya. dimana mana istri sah yang menang. jadi nyonya jangan sampai merubah konsep tersebut ya" Tasya tak menjawab ia hanya tersenyum , ntah apa arti senyum itu tapi hanya Tasya yang tau tentu nya. setelah masak dan cuci piring mereka berdua kembali kekamar Tasya, tekad Tasya untuk pindah kamar sudah bulat. Bik Mirna tak bisa mengahalang nya lagi.  Bik Mirna hanya bisa berdoa semoga tuan dan nyonya nya bisa kembali harmonis seperti awal mereka bertemu. Tak butuh waktu lama bagi Tasya dan Bik Mirna memindahkan pakaian Tasya dari kamar itu ke kamar tamu karena emang Tasya nya tak punya banyak baju dan baju baju yang ada disana saja cuma beberapa yang Tasya pakai.  . . . Malam menjelang Tasya sedang sibuk nonotn drama korea kesukaan nya , tiba tiba ada orang yang masuk kedalam rumah nya tanpa mengetuk pintu. Tasya langsung menuju ke pintu depan namun saat ia sampai begitu terkejutnya ia dengan apa yang ia lihat.  Niko kembali namun ia tak sendiri ia membawa wanita deisamping nya.  "Hai..." ucap wanita itu sambil melambaikan tangan nya ke arah Tasya. >>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  maaf baru bisa update malam malam :)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN