Minta Izin

1053 Kata
"aku mau bicara" ucap Niko "Bicara apa?" tanya Tasya sambil membalik kan tubuh nya ke arah Niko yang jarak nya tak jauh dengan nya "jangan disini, ikut aku" Niko menarik Tasya ke arah taman belakang rumah. ia mengajak Tasya untuk duduk di bangku panjang taman . "Mau bicara apa?" Tanya Tasya sesaat mereka duduk "kenapa harus buru buru ? baru juga duduk"  "langsung aja" ucap Tasya Ketus "lihat aku" Niko membalik tubuh Tasya agar mereka saling bertatap tatapan . "Kenapa harus seperti ini.. duduk sedekat ini saja aku juga sudah dengar kok, nggak perlu harus tatap tatapan kan"  "Ikuti saja tanpa harus protes" telak Niko "Jadi Apa yang mau kamu bicarakan tuan Niko?"  "maaf aku meninggalkan kamu sendiri selama 1 minggu" "sudah biasa, lagian aku nggak sendiri ada Bik Mirna" "kamu nggak mau tanya aku kemana?" "bukan kah sudah jelas kamu kemana , dan untuk apa juga aku tanya kalau aku sudah tau jawaban nya nambah nambahin luka aja" ucap Tasya  "Aku minta maaf jika aku hanya sebagai pemberi luka untukmu" ucap Niko tulus "hmmm, masih ada yang mau dibicarakan tuan Niko?"  "aku mau minta izin sama kamu" "wahhh... apa aku sudah jadi istri beneran di mata mu sampai sampai kamu minta izin dengan ku?"  "aku serius Tasya" "bukan kah dari awal kita ketemu kamu bersikap semau mu, dan tak peduli dengan apa yang aku mau" "Sekarang , apa kamu mau memberi izinku" "izin apa yang perlu aku setujui?" "Aku mau membawa Alexi tinggal bersama disini" "Ohhh jadi nama nya Alexi, kalau aku tak memberi izin kau bisa menerima?" Niko diam  "See.. kamu tak peduli apa yang aku ucap bukan? aku terserah padamu jika menurut mu pantas ia tinggal disini kamu bisa membawa nya kemari"  "aku rasa ini jawaban dari aku , aku mau kedapur maaf kamu harus sendiri disini" ucap Tasya sebelum ia pergi meninggalkan Niko. Di dapur Tasya mencoba masak walaupun hatinya sedang hancur.  "Nyonya mau masak apa?" tanya Bik Mirna yang baru saja dari lantai atas "masak lauk Bik" ucap Tasya pelan sebab ia tak mau Bik Mirna tau jika ia sedang menangis. Bik Mirna tidak melanjutkan bertanya ia membantu Tasya dalam mode diam. ia sangat tau apa yang sedang di alami sang nyonya . apalagi kalau bukan sang tuan majikan yang tiba tiba pulang setelah 1 minggu menghilang.  setelah 45 menit an mereka berjibaku di dapur , jadi lah lauk pauk yang tampak sederhana namun menggugah selera yang melihat.  Tasya duduk rapi di kursi makan, ia menunggu sang suami untuk masuk dan mengajak nya untuk makan bersama. 15 menit sudah Tasya menunggu namun tanda tanda Niko datang belum juga.  sampai lah ketika ia ingin berdiri Niko masuk dan ia berjalan menuju lantai atas tanpa melihat ke arah Tasya. "Tuan Niko" Panggil Tasya Niko membalik kan tubuh nya ke arah dapur yang disana ada Tasya sedang duduk di meja makan dan menatap keraha nya. "mari makan" Ajak Tasya dengan senyum di bibir nya. ia tak ingin menjadi istri durhaka. sebisa nya jika Niko dirumah ia harus siap melayani nya. Niko menurut ia berjalan ke arah meja makan dan duduk di seberang an Tasya. sesaat itu juga Tasya dengan telaten mengambil nasi dan lauk untuk Niko lal memberikan nya ke hadapan Niko.  Mereka berdua pun memulai sesi makan malam bersama tanpa berbicara dan hanya fokus dengan makan nya masing masing. Setelah makan Niko kembali ke kamar dan meninggalkan Tasya sendiri di ruang makan. Bibik yang sudah memantau dari jauh datanng ke dapur dan ambil alih untuk bersih bersih. "Bik biar aku aja, bibik makan gih" ucap Tasya "nyonya kembali ke kamar aja sana .. kan jarang jarang tuan pulang" "nggak papa bik , lagian bentar lagi tuan juga bakal pergi" "maka nya itu nyonya kesana gih" Tasya yang emang berkepala batu sangat susah di bujuk dan berakhir dengan bersih bersih bersama dengan bibik di dapur.  setelah bersih ia baru kembali ke kamarnya , eh salah kamar bersama yang mungkin sebentar lagi akan jadi kamar Niko dan pacarnya.  sesaat Tasya masuk ia tak menemui Niko yang ia dengar gemercik air di kamar mandi yang pertanda Niko sedang mandi.  Tasya berinisiatif menyiapkan baju untuk Niko, baju yang dipilih awal oleh Tasya adalah baju tidur namun di ganti oleh nya dengan baju casual. ia berpikir jika Niko tak akan tidur disini. "kenapa di ganti?" Tanya Niko sesaat Tasya ingin memasuk kan baju tidur Niko ke lemari "hmm? aku rasa kamu tidak tidur disini" "Jadi aku tidur dimana kalau nggak dirumah ku" ucap Niko lalu menarik baju yang ada di tangan Tasya dan langsung memakai nya di tempat. Tasya yang terkejut dengan kelakuan sang suami langsung membalik kan tubuh nya . "kenapa berbalik? sudah lhat juga"  "aku mau keluar" ucap Tasya dengan buru buru kabur dari ruang ganti. Tasya yang sudah berada di kamar merasa tubuh nya panas padahal kamar ini punya AC merk terbaarik dengan harga fantastis dan ia juga menghidupkan nya dengan suhu 16 derajat jadi tak mungkin jika ia kepanasan. Tasya memilih untuk mandi dari pada kepanasan sendiri bisa bisa ia di ejek oleh Niko kampungan lagi nanti.  sesaat setelah mandi ia keluar dan menjumpai Niko yang sedang bersender di kepala ranjang dengan Handphone di tangan nya.  Tasya menuju ke meja rias nya dan menyisir rambut nya yang basah . Dan kegiatan Tasya ini tak luput dari perhatian Niko. Tasya tampak begitu menggoda bagi nya dengan daster warna maroon selutut lengan pendek lagi lagi Daster itu begitu pas di tubuhnya ditambah rambut basah milik Tasya yang menambah tingkat keseksian di dirinya. Niko mencoba menahan hawa nafsu nya, ia tak ingin bahwa kepulangan nya hanya ingin meminta jatah dari Tasya.  "Sabar ya tuan muda..  kau harus puasa dulu" ucap Niko dalam hati sambil mengelus elus miliknya yang sudah mode ON . Tasya yang sudah selesai menyisir rambut nya kembali ke ranjang nya dan membaringkan tubuh nya di sebelah Niko. sesaat setelah di ranjang Tasya tanpa basa basi langsung memejamkan mata nya, ia merasa lelah jika harus berdebat dengan sang suami lagi.  "sudah mau tidur?" Tanya Niko  Tasya tak menjawab Niko meletak kan handphone nya di nakas , dan membaringkan tubuh nya disebelah Tasya.  Tasya tidur dengan memunggungkan Niko. "boleh aku peluk?" Tanya Niko lagi namun yang ditanya tak bersuara. yang sepertinya sudah berada di alam mimpi.  Niko menarik Tasya dan membawa nya kedalam dekapan nya dan mereka pun tidur pelukan. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN