Tasya's POV
Di perjalanan pulang aku yang awalnya menatap ke arah luar jendela sekarang malah meilirik ke mas Niko yang sedang fokus dalam menyetir
"mas?" panggil ku dan di saut deheman dari mas Niko
"nanti aku tunggu di luar aja ya" ucap ku ragu ragu
"kenapa?' mas Niko melirik ke arah ku lalu kembali fokus menyetir
"aku takut mama kamu marah kan nggak baik buat kesehatan nya"
"kamu harus bisa ambil hati mama dong"
"aku sudah coba tapi sepertinya mama benar benar nggak bisa nerima aku"
"dulu mama nggak suka dengan Alexi tapi sekarang lihat mama malah menyetujui ku dengan nya"
"ya kan kamu tau kenapa mama merestui kamu dan dia"
"gimana kalau kita pakai cara itu"
"NGGAK" cepat aku tolak ajakan nya... ya gila aja itu nama nya ia ngajak aku untuk selalu ada di samping nya.
"ya udah terserah kamu"
Tak lama kemudian mobil yang aku tumpangin bersama mas Niko sampai di rumah sakit yang kami tuju.. mas Niko segera memakirkan mobilnya setelah itu kami keluar dari mobil berbarengan, awalnya mas Niko ingin membuka kan pintu mobil ku tapi aku enggan dan buru buru keluar.
"kenapa keluar? kan aku mau membukakan pintu mu?" Tanya nya
"aku bisa buka sendiri" jawab ku lalu berjalan mendahului nya.
Mas Niko mengejar ku lalu meraih tangan ku dan kami berjalan bersama menuju kamar papa mertua ku.
sebelum masuk kami tak lupa mengetuk pintu terlebih setelah mendengar sautan dari dalam barulah kami masuk berbarengan. di dalam sana hanya ada papa mertuaku yang sedang sibuk makan apel yang sedang di potong oleh perawat yang sering merawat nya.
"Pa..." teriak mas Niko lalu memeluk ayah nya dengan erat seperti tak pernah bertemu 15 tahun aja ejek ku dalam hati
"jangan peluk peluk baru datang juga !! kamu kan nggakkhawatir dengan papamu!!" cela papa mertuaku kepada kami berdua
"papa nggak tau aja aku nungguin papa sampai selesai operasi !! sudah selesai operasi baru aku pulang"
"papa nggak percaya"
"ya ampun pa.. papa tanya aja sama bodyguard bodyguard papa tu"
"Tasya... sini nak" tiba tiba papa mertua ku memanggil ku dan menyuruhku mendekat. aku dengan sedikit ragu ragu mendekat ke arah nya .
"Tasya, Niko baik dengan mu nak?" tanya Papa mertua ku yang sontak saja membuat aku terkejut.
Aku menjawab dengan mengangguk kann kepala ku tapi aku enggan menatap Niko yang juga penasaran dengan jawaban ku.
"syukurlah papa ikut senang"
"papa sudah makan?" tanya mas Niko yang mencoba mengalihkan pembicaraan
"sudah, kamu nggak lihat yang papa makan ini" tunjuk papa mertua ku kepada apel yang ada di hadapan nya.
"bukan, maksud ku makanan karbo papa"
"sudah..sebelum makan ini, tapi papa nggak suka makanan rumah sakit nggak ada rasa" ujar papa mertua ku dengan wajah enek karena ia sudah memikirkan rasa makanan yang ia makan tadi.
"Boleh Tasya bawa in makanan buat papa besok?" tanya aku yang sedikit ragu namun jawaban papa mertua membuat aku lega ia begitu bahagia mendengar permintaan aku.
"boleh dengan senang hati" jawab nya dengan mata mata berbinar..
"tapi apa boleh papa request?" tanya nya lagi
"NGGAK" bantah Niko karena ia tau apa yang papa nya minta.
"biar Niko kasih tau ke Tasya apa saja yang boleh dan nggak boleh papa makan"
"kamu keterlaluan Niko" ujar papa mertua ku yang kesal dengan ucapan Niko
"demi kebaikan papa"
Aku tersenyum melihat perdebatan dari kedua pria yang berstatus ayah anak ini. dan tiba tiba pintu ruangan terbuka dan muncul lah mama mertua ku dengan Alexi disamping nya.
AUTHOR's POV
"Wahh... ada menantu kesayangan nih disini.." ucap mama mas Niko yang sekaligus mama Tasya
"mama baru datang?" tanya Niko
"kamu tu yang baru datang, habis dari mana !! papa sakit kabur kabur" hardik mama Linda yang tampak nya tak suka dengan kehadiran Tasya.
"kemarin Niko ke kantor dulu ma" jawab mas Niko
"kenapa nggak pulang ke tempat Alexi?"
"mama ..." panggil papa
Mama pun berjalan ke arah suami nya.
"Niko kamu bisa pulang nak, papa sudah ada mama disini" ucap papa Hartanto
Niko menangguk lalu membawa Tasya bersamanya dan melewati Alexi tanpa menoleh kepada wanita itu sedikit pun.
Tasya merasa aneh dengan sikap pria nya ini,
'apa ia sedang berantem dengan Alexi ? apa karena ini ia kembali padaku' pikir Tasya dalam hati
Niko's POV
aku dan papa emang suka berdebat di tambah papa yang emang dari dulunya punya riwayat penyakit kolestrol jadi aku selalu tau pantangan apa saja yang ia boleh dan tidak untuk dimakan nya.
Tiba tiba saja pintu ruangan terbuka dan menampilkan mama dan Alexi disamping nya.
Skip >>>
Aku melewati Alexi begitu saja tanpa menoleh sedikitpun padanya. karena aku masih marah dengan nya.
sebab kemarin aku dengar ia keluar dengan pria lain tanpa sepengetahuan ku dan itu pun aku tau dari Yoga ketika ia memberi kabar tadi sore.
tak kusangka ia mengejar ku sampai ke parkiran rumah sakit. namun aku berpura pura tak mendegar nya namun tidak dengan Tasya. wanita itu malah meminta ku untuk berhenti.
"mas nona Alexi memanggil mu dari tadi" ucap nya yang mencoba menghentikan langkah kami
"tak usah di hiraukan" ujar ku lalu menarik nya kembali untuk berjalan
selang beberapa langkah aku dan Tasya mendengar seseorang berteriak. kami berdua menolaeh dan betapa terkejutnya kami ketika melihat Alexi tergolek lemah di lantai dengan darah yang menguncur deras di pahanya. sontak saja aku berlari kearah nya dan melepas genggaman tangan ku di Tasya.
Aku begitu panik melihat Alexi yang sudah pingsan, aku mengangkat nya dengan terburu buru lalu membawanya ke arah ruangan yang dituju oleh perawat yang ada di samping ku tadi.
aku meratapi diriku karena begitu tega kepada Alexi, amarah dan keegoisan ku membuat nya dan darah daging ku terluka.
aku terdiam mematung menatap ruangan Alexi dengan Tasya yang terus menggenggam tanganku mencoba menyalurkan kekuatannya namun tak mempan bagi ku.
beberapa saat kemudian mama datang dengan wajah pucat nya.. ia memukul dan memarahi ku dengan suara lantang nya. aku tak memperdulikannya. jiwa ku sedang kosong sekarang.
bahkan aku tak peduli ketika mama memarahi Tasya, dan mengusir nyaaku Bodoh? ya itu lah aku. benar aku tak bisa bersikap adil.
Tasya sedikit melirik ku keika ia akan pergi namun aku membuang muka ku.
'maafkan aku' ucap ku dalam hati semoga saja Tasya mengerti dengan keadaan ku.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
senang jika pada suka dengan cerita ini
berikan Love dan komentar nya boleh boleh...
ayo lanjut ke chapter selanjutnya >>
salam dari dunia halu buatan Author Pearl:)