Chap 69

1148 Kata
“Sayang itu nggak benar” Ucap Alexi “DIAM” bentak Niko Niko sudah capek tiga hari ini ia pendam , tapi sakit hati nya tetap tak bisa reda tiap melihat wajah Alexi. Pengkhianatan yang di lakukan wanita itu sungguh menyakiti hati nya. Untung saja anak bayi mungil itu tak menangis saat Niko berteriak. Dengan perasaan kesal Niko meninggalkan Alexi seorang diri. Alexi masih tak percaya bhawa kebohongan nya cepat sekali terbongkar. Ia mengambil Hp nya lalu menelpon seseorang . Lama HP nya berdering hingga. “GUE SUDAH BERI APA YANG LO MAU !! Tapi apa, lo bongkar semua aib gue ke Niko !!” Teriak Alexi sesaat Telpon nya di angkat “Gue nggak peduli!!” “Bangssat !! Laki laki jahannam !!” “Lo bisa tinggal sama gue !! Anak itu bisa gue hidupi” “Hahah ..Omong kosong !! Hebat sekali kau bercakap. Hidupin diri sendiri aja lo masih nggak mampu, sekarang mau hidupin gue dan anak gue?” Ucap Alexi sedikit menohok “Gue nggak peduli dia anak gue, gue bakal ngehidupin dia. Kalau lo sudah di usir lo bisa hubungin gue” ucap pria itu lalu mematikan panggilan telpon “b*****t !!” Alexi kesal di lempar nya Hp nya kelantai. Untung saja hp nya ini keluaran terbaru dan tahan banting. Jika tidak hmmm sudah, jangan di bilang lagi hancur sudah . . . Kamtor cabang Milik Niko Niko dengan wajah kusut nya ia menjalani rapat nya. Setelah mereka memaparkan Hasil kerj la mereka, baru lah rapat di mulai “Kita perlu ada nya kerja sama dengan pihak UMKM di luar untuk meningkatkan harga perusahaan kita” ucap salah satu karyawan terbaik Niko yang mana ia adalah manager dari bidang marketing “Iya, saya setuju pak tapi kriteria apa yang perlu kami cari?” Timpal karyawan lain “Lebih jika usaha nya masih baru kurang lebih 3 bulan baru berjalan dan dalam 3 bulan itu ada peningkatan” Semua karyawan yang mengikuti rapat mengangguk anggukan kepala nya pertanda setuju dengan ucapan manager dari bidang marketing. “Bagaimana pak pendapat bapak?” Tanya manager marketing Niko tak mendengar ia masih setia dslam diam nya namun tangan nya tak kunjung diam mencoret coret kertas didepan nya. “Pakkk.. pak Nikoo” panggil pak manager itu lagi “Hm? “ niko baru sadar ia menatap sekitar nya mereka menatap Niko dengan tatapan bingung. “Menurut bapak bagaimana pendapat saya radi” oak manager mengulang pertanyaan nya. “Hm, maaf saya tidak fokus. Tapi saya setuju dengan pendapatmu jika sudah nanti beri proposal ke saya. Dan maaf saya pamit” ucap Niko lalu ia segera meninggalkan ruangan. Gegara masalah nya dengan Alexi nembuat kinerja nya menjadi runyam. Hp Niko berdering, ia pun mrngangkat nya “Hm- “Dimana Niko?” Teriak mama nya disebrang sana yang Niko yakini ia sudah di rumah sakit “Kantor” ucap Niko malas “ anak kamu disini nangis nangis kamu malah sibuk kerja !!” Bentak mama nya lagi “ sudahlah ma Niko lagi pusing, maaf Niko tutup” ucap Niko sebelum menutup telpon nya. . . 5 bulan kemudian Kebohongan Alexi semuanya sudah terbongkar mama Linda puns sudah tau awalanya ia tak percaya tapi setelah di beritahu semua bukti yang ada ia pun percaya. Dengan perasaan kesal karena sudah di bohongin ia menanpar Alexi dengan keras. Dan menyumpah serapahkan wanita itu. Pernikahan mereka berdua pun sudah di nyatakan pisah, Niko dan Alexi hanya menikah sirih jadi sangat mudah bagi Niko menceraikan Alexi. Walau mereka sudah berpisah namun Niko tetap memberi nya uang, ia masih ada hati nurani untuk mengasihi bayi mungil itu. Sedangkan Tasya wanita itu tambah subur dengan kandungan yang sudah beranjak 5 bulan , perut nya sudah sangat jelas terlihat, apalagi saat ia periksa ke dokter dan dokter itu bilang jika anakanyang di kandung nya kembar. Hm bukan main bahagia nya Tasya. Ia sebentar lagi akan jadi ibu dengan 2 malaikat. ‘Andai saja kita masih bersama mas’ ucap Tasya sambil mengelus elus perut buncit nya sambil menyisap teh hangat hijau yang di buat nya beberapa saat yang lalu. Saat ia sedang meluncur di alam pikiran nya pintu ruangan nya di ketuk dari luar. “Masuk” ucap Tasya Tara menyembulkan kepala nya dari arah luar “Buk ada yang mau bertemu ibuk” ucap Tara “Siapa tar ?” “Tidak tau buk” “Pria atau wanita ?” “Pria buk” “Apa keperluan nya ?” “Katanya mau bertemu ibuk saja” “Bilang saja saya sibuk” “Baik buk” Tara kembali keluar dan memberitahu pria itu. “Maaf pak buk Tasya sedang sibuk” ucap Tara “Hm” pria itu keluar dengan perasaan campur aduk, dan masuk ke dalam mobil sedan hitam yang sudah terparkir tak jauh dari caffe Tasya “Gimana? Ada ?” Tanya pria yang ada di dalam mobil itu, yang tak lain adalah Niko “Hm ada” “Oke” “Sudah boleh saya pulang tuan bos?” “Sudah pulang sana kau sudah tak di butuhkan” usir Niko “Dasar” kesal Yoga ia segera keluar dan sedikit membanting pintu mobil Niko dengan perasaan kesal nya yang masih membara. “Kurang ajar !! Yoga !” Teriak Niko yang terkejut karena yoga membanting pintu mobil nya dengan kencang “Manpus lo!! Lagian ada ada aja nyuruh gue datang cuma untuk nanya mantan nya ada apa nggak !! Tidak bisakah ia masuk dan tanya sendiri !! 5 bulan di LA tak buat dia pintar juga ternyata !! Dumel Yoga Sedangkan di dalam sana, Tasya yang sudah bosan berlama lama di ruangan nya ia segera turun dan ingin membantu karyawan karyawan nya. Dan hal itu tak luput dari pandnagan Niko, wajah yang ia rindukan selama 5 bulan di LA itu akhirnya terbayarkan. Namun ada sedikit berbeda dengan tampilan Tasya, perut nya buncit tapi tubuh nyabtetap langsung seperti biasa, dna hal itu tak luput dari pandangan Niko. “Aku harus menanyakan dengan nya” ucap Niko Dan malam hari pun tiba waktubyang di tunggubtunggu Niko tak sabar ia ingin menemui Tasya, sebab jika siang pasti banyaknorang yang akan melihat mereka. Dan Niko tak suka itu. Ia tak suka jika ia dan Tasya menjdi pusat perhatian. Tak lama Tasya keluar dari caffee nyadan Niko tak ingin melewatkan kesempatan itu, ia pun buru buru ingin keluar namun. Yang tak ia inginkan terjadi ada pria lain yang ternyata di tunggu Tasya. Pria itu datang dan segera memeluk Tasya. Niko dengan hati berang menyamperin dua sejoli itu. Lalu menarik Tasya agar lepas dari pelukan pria itu. Tasya yang baru sadar jika ia di tarik pun segera menoleh ke arah peia yang menarik ny dan ia sungguh terkejut dengan pria yang ada di samping nya ini. dalam hati ia sedikit bertanya tanya. “Mas Niko?” Lirih Tasya “Iya aku” >>>>>>>>>>>>>>> To be continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN