CHAP 47

1315 Kata
Tasya's POV Mas Niko terus menarik ku sampai ke dalam kamar lalu mengunci nya dari dalam. ia menghempaskan tubuhku ke atas ranjang dengan kasar. setelah mengunci pintu ia berjalan ke arah ku yang berada di atas ranjang. "kamu kenapa pulang? bukannya nona Alexi mas- "wahhh.. akhirnya kau sadar, kau tau kalau aku sedang stress karena Alexi tapi kau malah menambah pikiran ku dengan berjalan keluar dengan laki laki lain!!" bentak nya dengan rahang nya sudah mengeras dari tadi "apa maksud mu mas?" tanya ku yang merasa disudutkan oleh nya "APA !! kau pikir aku tak tau kau kemana tadi ha!!" bentak nya kembali namun kini tangan nya sudah mencengkram kuat pipiku yang membuat ku kesakitan. "awww... m mas ssa sakit..." rintih ku yang mencoba melepaskan tangan nya dari pipiku. "sakit? kau tak tau betapa sakit nya aku TASYA" "iya aku nggak tau.. karena aku egois" ucap ku setelah ia melemparkan wajah ku dan melepas kan cengkraman nya dari pipiku "bagus akhirnya kau sadar" ujar nya "kalau kamu sudah muak dengan aku, kamu bisa menceraikan aku sekarnag dari pada harus nunggu 8 bulan lagi, bukankah lebih cepat lebih baik" ucapku menantang "wahhh... ternyata kau ingin cepat cepat bercerai, apa karena kau sudah tidur dengan pria itu sampai ingin lepas dariku!! sungguh murahan" cercah nya sakit ... sakit banget setelah ia menghina ku dengan kata murahan yang keluar dari mulut kotornya .. "iya istri murahan yang kau cap jalan* ini ingin bercerai dan menikah dengan laki laki lain, puas?" ucapku yang malah menantang maut di depan ku..  Emosiku meluap begitu saja diiringi dengan tangisanku yang mulai keluar. selama ini aku sudah berusaha untuk tegar di depannya namun sekarang aku sudah nggak sanggup. Hatiku terasa sakit ketika melihat nya apalagi kilasan memori beberapa jam yang lalu masih membekas dipikiranku di saat ia begitu tak peduli dengan ku betapa ia sangat mengkhwatirkan wanita lain di hadapanku.   Mas Niko menamparku dengan keras membuatku terjungkal dan terjatuh ke atas kasur. pipi ku begitu perih..dan apa ia lupa jika pipi yang ia tampar ini tadi nya juga habis di tampar oleh ibunya. "sudah puas?" tanya ku sambil menyeka air mata yang terus mengalir di pipiku. ia mendekat ke arah ku lalu melumat kasar bibiku , aku yang masih shok langsung berontak dan menutup rapat rapat bbirku, namun ia malah menggigit bibir bawah ku sampai berdarah. akibat nya saliva kami bertukar bersamaan dengan darahku yang tak berhenti keluar. "mphh....mphh.mas..mas..." aku kesulitan bernapas karena nya, aku memukul mukul d**a nya agar ia berhenti dan memberiku ruang untuk bernapas. namun mas Niko tak mendengar kan ku amarah nya yang membludak membuat nya seperti orang gila sekarang. ia seperti rakus akan tubuhku.  dan karena itu dengan sekali hentakan dress yang aku pakai koyak berantakan di buatnya. Bibirnya yang tadi berada di bibirku sekarang menjelajah di area leherku. ia menghisap dan meninggalkan banyak kepemilikannya disana . dan tak sampai situ tangan nya yang lihai sudah melepaskan semua pakaian ku yang sontak membuat ku telanjang seketika.  mas Niko membuka pakaian nya lalu dalam sekali hentakan ia memasuki milikku tanpa pemanasan terlebih dahulu, yang membuatku teriak kesakitan oleh nya. "ARGHHHHH.....mas Nikoo sakitttt...." teriak ku di tambah air mata ku yang terus menerus mengalir bak air mancur. bagaimana tidak sakit  aku belum siap sekarang ia dengan tak manusiawi memasuki ku. ia memompa tubuhku dengan sangat kasar bahkan aku tak sanggup mengimbangi nya.  "ak aku mo mohon ber berhenti.. sakitt" tangis ku  namun ia tak peduli dengan tangisan ku bahkan malah mempercepat permaianan nya. ronde demi ronde kami lewati berdua namun Mas Niko tampak belum lelah sama sekali.. sedangkan aku rasa nya tubuhku sudah tak ada di tempat. semua nya remuk di buatnya. kesadaran ku pun mulai hilang dan setelah nya aku sudah tak sadar lagi. . . . Keeseokan hari nya aku terbangun dengan tubuhku yang sakit sakit disana sini. sesaaat aku melihat ke samping tempat tidur ternyata mas Niko sudah tak ada. aku dengan perlahan berjalan ke kamar mandi dengan tak berpakain walau perih melanda di bagian bawah ku, dan sesampainya di kamar mandi aku mengisi bathtub dengan air hangat lalu berendam di sana. sayup sayup aku mendengar kegaduhan di arah luar kamar mandi namun aku tak peduli, aku ingin berendam sekarang. demi memulihkan tenaga ku yang habis terkuras semalam ulah pria gila itu yang sialnya ia adalah suami ku. setelah 30 menit berendam aku segera mandi lalu memakai jubah mandi ku setelah itu keluar dari kamar mandi. "nyonya" ucap Bik Mirna yang seperti nya sudah menunggu ku dari tadi.. dan hebat nya kamar ku yang tadi nya berantakan bak kapal pecah sekarang sudah rapi seperti semula, dan aku yakin semua nya adalah pekerjaan bik Mirna. "iya bik" jawab ku sendu "nyonya mau makan disini atau di ruang makan?" tanya Bik Mirna "disini saja bik" jawab ku sebelum masuk ke walk in closet setelah berpakaian aku kembali ke kamar dan disana sudah ada bik Mirna yang sudah siap dengan makanan nya yang sudah di tata rapi di meja dekat ranjang ku.  aku berjalan ke arah nya lalu mengambil posisi didepan makan makanan itu. "terimakasih bik" ucap ku lalu menyendokkan makanan itu dan mengunyah nya perlahan "iya nya" aku makan dengan pelan. "mas Niko kemana bik?" tanya ku yang masih fokus dengan makanan ku "tuan tadi buru buru pergi nya kata nya mau kerumah sakit" "oh" jawab ku lalu kembali menyuapkan nasi kedalam mulutku "oh ya nya ini untuk nyonya" bibik memberi ku sebuah salep  "apa ini bik?" tanya ku dengan wajah bingung sebab obat ini baru pertama kali aku lihat dan tentunya aku tak tau fungsi nya untuk apa. "kata tuan untuk nyonya, maaf apa itu nyonya perih?" tanya bik Mirna ragu ragu aku mencerna pertanyaan bik Mirna lalu setelah itu aku mengangguk malu malu karena aneh saja membicarakan hal seperti ini dengan Bik Mirna.  "kalau iya nyonya beri salep ini ke tempat itu .. nanti akan sembuh kok nya" ujar Bik Mirna "ohhh... iya bik" jawab ku sambil menggaruk garuk leher ku yang jujur saja sedang tak gatal. Setelah lama ngobrol sarapan ku habis juga dan setelah itu bik Mirna membawanya kembali ke dapur. aku yang masih lelah memilih untuk istirahat lagi dikamar.  . AUTHOR's POV Di kamar yang di tempati oleh Alexi siang ini sedang sepi pengunjung.. Niko yang tadi pagi merawatnya saat ini sudah pergi ke kantor katanya ada urusan mendadak yang harus ia selesaikan. Alexi yang merasa kesepian dan bosan sekarang sedang sibuk menjelajah di media sosial nya. namun tak lama pintu kamar nya di ketuk seseorang ia dengan senyum mengembang menunggu seorang itu masuk ia pikir Niko yang datang ternyata salah, yang datang malah pria berjas dokter bernama Dr. Rega yang ia baca dari label Name tag yang bertanggar di jas Dokternya namun Alexi tak mengenali nya. "hai" panggil dokter itu setelah masuk  "Dokter kenal saya? kita pernah ketemu" tanya Tasya  "tidak , tapi seperti nya kau memerlukan aku dan aku juga membutuhkan mu" "maksud dokter?" tanya Alexi yang juga bingung dengan ucapan dokter itu "kamu simpanan Niko kan?" ucap nya yang seperti nya lupa membawa saringan dari rumah lancar banget.. "bukan !! aku kekasih nya dan sebentar lagi akan jadi istri sah nya" jawab Alexi dengan sombong "benarkah ? aku pikir kekasihmu itu sudah sangat mencintai istrinya dan seperti nya enggan menikahimu" "kau tak tau apa apa jadi diamlah" ucap Alexi yang sudah tak berucap sopan lagi dengan pria berjas dokter itu. "tentu saja aku tau, karena aku penganggum istrinya" "ahhh jadi kau mau jadi pembinor?" ucap Alexi dengan nada mengejek "apa beda nya aku dengan kau?" "beda dong, aku sudah dapat hati nya sedangkan anda?" "benarkah ? aku pikir kau hanya sedang berkhayal sekarang" "pergilah aku tak butuh anda" ucap Alexi dan segera ingin mengusir pria itu "aku menawarkan kamu untuk bekerja sama memisahkan mereka berdua, gimana?" >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To be continue  beberapa Jam langsung Update dong ... jangan lupa beri Love dan komentar nya ya :) salam dari Author dunia halu  Pearl
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN