Chap 46

1319 Kata
Tasya's POV Dokter Rega pria itu , pria yang dulu aku suka pria yang dulu aku kagumi saat ini ia sedang berada disamping ku, mengendarai mobil sport nya dengan aku yang ada disampingnya. mungkin dulu aku akan berteriak senang karena perlakuannya ini untuk ku. namun kenapa saat ini aku hanya merasa biasa saja. apa cinta begitu cepat hilang? apa ini juga berlaku untuk mas Niko? Ya tuhan kenapa aku menjadi egois seperti ini, kenapa aku setega ini memisahkan mereka yang akan menjadi tiga dalam beberapa bulan lagi. Rega atau dokter Rega menepikan mobilnya tiba tiba. "kenapa berhenti?" tanya ku  ia tak menjawab malah membalikkan tubuh nya ke arah kursi belakang, ia menjulurkan tangan nya, dan setelah dapat apa yang ia mau, ia segera memberikannya padaku. sebuah handuk dan jaket kulit berwarna hitam. "untuk ku?" tanya ku dengan wajah bingung "tentu, keringkan wajah dan badan mu dengan handuk itu lalu pakai jaket nya" perintah nya padaku aku mengangguk cepat lalu mulai mengelap pelan wajah dan tubuhku yang masih basah. dan Dokter Rega memperhatikan ku begitu seksama membuat ku menjadi gugup. "kemarikan" perintah nya "nggak aku bisa sendiri!! jangan berani berani" ucapku dengan mata yang melotot.. yang benar saja ia mau mengelap tubuhku. aku masih istri seorang Niko Hartanto walau pria itu tak mengganggapku tapi aku akan terus menjaga kehormatanku jika tak bersamanya. Dokter Rega mengalah ia kembali menjalankan mobilnya, dan aku yang sudah selesai mengeringan tubuhku langsung memakai jaket yang diberi nya tadi. jaketnya kebesaran di tubuhku yang mungil ini. tapi aku bersyukur dengan jaketnya tubuhku sedikit lebih hangat.  Tak lama mobil yang disetiri oleh Dokter Rega berhenti di sebuah mall besar yang ada di kota ini. "kenapa kesini, antarkan aku pulang saja" ucap ku "aku mau ngajak kamu makan" "nggak perlu aku sudah makan berapa jam yang lalu" "aku mau membelikanmu baju, kau lihat baju mu basah" "baju ku masih banyak di lemari, antar aku pulang saja. lagian ini sudah malam mall nya akan tutup sebentar lagi" ucapku "nggak bakalan , aku akan paksa mereka buka" ucapnya tegas "kumohon aku sudah capek dan ngantuk , aku ingin tidur di rumah" ucapku dengan nada memohon dan semoga saja ia luluh "baiklah baiklah" ia mengalah lalu memutar balikan setir nya ke arah luar mall. Niko's POV setelah kepergian Tasya aku merasa bersalah karena menjadi pria b******k untuk nya. aku berjanji akan meminta maaf setelah ini.  saat in aku akan fokus dengan kesembuhan Alexi, aku takut jika anak ku yang berada di kandungannya kenapa kenapa, apa lagi setelah melihat darah yang terus mengalir dari paha nya tadi. lama aku menunggu dengan ketidak pastian. 22.17  Dokter beserta perawat nya keluar dengan wajah kelelahan. "bagaimana anak saya dan Al dok?" tanya ku "syukurlah mereka masih bisa di selamatkan, namun jangan buat ibu nya stress lagi ya dan saya mohon untuk tuan agar diperhatikan lagi istrinya, ia terlalu banyak minum di tambah asupan makan makanan nya yang tak bergizi. kandungan nya sudah menginjak 5 bulan saat ini mohon di perhatikan lagi.. saya permisi tuan" ucap dokter itu lalu ia segera pergi "minum? ya tuhan Alexii..." kesal ku dengan tangan yang sudah mengepal. bisa bisa nya ia masih minum minum. sudah tau sedang mengandung. Alexi yang masih di ranjang kesakitan sedang dipindahkan dari ruang operasi ke keruang inap VVIP yang berada di lantai yang sama dengan ruangan papa. aku masuk dan menunggu nya di samping ranjang nya dan mama, ia kembali ke ruangan papa dan tak lupa sebelum itu ia kembali memarahiku lagi dan terus menerus meminta ku untuk meninggalkan Tasya lalu menikah dengan Alexi.  aku dilema apa aku sanggup meninggalkan Tasya.. wanita itu sudah bagai tempat pulang untukku ia pandai dalam merawatku sedangkan Alexi? ia hanya pintar dalam menghamburkan uang. mereka bagai dua wanita yang sangat berlawanan. dan aku juga tak mungkin meninggalkan Alexi, ia sedang mengandung anak ku darah daging ku. dan inilah alasan aku masih ada untuk nya.  "Bik tolong jaga Alexi dulu, saya mau ke balkon" ucap ku dengan suster yang sengaja aku pekerjakan untuk merawat Alexi. "baik tuan" jawab nya , dan akupun langsung berjalan ke arah Balkon rumah sakit dan tak lupa menutup pintu agar udara malam tak masuk kedalam kamar. di Balkon aku mengeluarkan bungkus rokok yang berada di saku celana ku dan mengeluarkan nya satu lalu menyalakan mancis dan menyisapnya perlahan. jujur aku bukan lah pecandu rokok aku memerlukan mereka hanya ketika aku sedang streess seperti ini saja. aku mengambil Handphone yang ada di saku celana ku, rencana nya aku ingin memantau istri kecilku lewat layar Hp, namun ketika aku memeriksa satu persatu CCTV yang aku pasang di rumah. Tasya tampak tak ada dirumah sama sekali. ia membuatku gusar karena ketidak beradaan nya. dalam hatiku aku pikir ia berada dikamar mandi, namun lama aku tunggu tak ada yang keluar dari kamar mandi. dan disini aku menyesal kenapa tak memasang nya juga disana. karena kesal aku memencet nomor telpon rumah, lama aku menunggu telpon itu diangkat. tak berapa lama di seberang terdengar suara sautan. "halo.." "bik ada Tasya?" Tanya ku to the point  "nyonya belum pulang tuan" jawab Bik Mirna yang membuatku tambah  khawatir "oke terimakas- "ehh seperti nya itu nyonya tuan" ucap Bik Mirna sebelum aku menutup terlpon. aku pun segera kembali kelayar HP ku.. dan mencari keberadaan Tasya lewat CCTV yang aku pasang di luar halaman. Rahang aku mengeras sesaat aku melihat Tasya turun dari mobil yang aku kenali. di tambah pria itu turun dan memayunginya sampai ke depan pintu rumah. aku mematikan puntung rokok ku yang masih tersisa lalu kembali masuk ke dalam ruang inap Alexi. dan mangambil kunci mobil ku lalu segera berjalan keluar, aku sudah tak sabar ingin menghukum wanita nakal itu. bisa bisa nya ia keluar dengan pria lain malam malam seperti ini. apa ia tak memikirkan aku atau dia sudah benar benar ia bercerai denganku.  aku melajukan mobilku dengan kecepatan penuh. bahkan lampu merah aku terobos begitu saja, untung saja ini malam hari ditambah sedang hujan jadi tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.  TASYA'S POV Jarak Mall dengan rumah ku tak jauh jadi hanya dalam beberapa menit mobil yang dikendarai oleh dokter Rega sudah sampai di halaman rumah ku.  aku turun dengan dipayungi oleh nya sampai di depan pintu rumah. "terimakasih dokter Rega" ucap ku sopan "Kenapa formal sekali kita lagi nggak di rumah sakit, lagian kita kan teman lama dan pernah sekelas lagi di tambah kita juga dulu pernah dalam suatu hubungan yan- "terimakasih Rega" ucapku memotong omongan nya sebelum ia mengucap kan kata kata yang aku hindari. "sama sama" jawab nya cepat  "mau apa lagi?" tanya ku sesaat melihat nya yang masih setia berdiri di halaman rumah ku "hm?" "pulang lah aku sudah ngantuk dan ingin cepat cepat ganti pakaian" ucap ku  "kau mengusirku?" "iya" "baiklah" ucap nya lalu segera pergi dari hadapan ku, ia masuk kedalam mobilnya dan sebelum memacu mobilnya ia sempat berteriak ke arah ku. "jangan sedih, karena masih ada orang yang selalu ada disanpingmu walau kau tak lihat" teriak nya lalu segera memacu mobilnya meninggalkan halaman rumah ku. Aku tersenyum mendegar ucapan nya, dan segera masuk kedalam karena udara dingin diluar sudah masuk menusuk kedalam pakaian ku yang masih basah. "nyonyaaa...." teriak bik Mirna lalu memberi ku handuk  "terimakasih bik" ucapku tulus  "nyonya habis dari mana tadi tu- belum sempat bik Mirna selesai bicara terdengar suara mobil dari arah luar rumah, aku menoleh ke arah pintu dan disana ada mas Niko betapa terkejut nya aku ketika melihat mas Niko yang datang. bukan kah ia sekarang seharusnya di rumah sakit..  "mas?" ucap ku sesaat ia keluar dari mobilnya "kenapa? kau pikir yang datang pacar mu!!" ucap nya dengan nada nya yang begitu dingin ditambah ia menarik kasar tanganku untuk masuk kedalam kamar. "awwww... mas sakit.." rintih ku >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To be Continue  semoga pada suka dan jangan lupa Love dan Komentar nya teman teman pembaca :) jangan jadi silent readers yaaaa...:) dan ayoo lanjut baca ke chapter selanjutnya, karena author lagi semangat untuk UP niiiii. Tertulis Author Pearl 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN