Chap 67

1033 Kata
Pak Hartatnto yang sedari tadi masih duduk di luar ruangan bahkan istri nya sudah keluar masuk meminta nya masuk namun ia tetap kekeuh unutk tak bergerak dari tepat nya , padahal sekarang sudah pukul 00.15. "Pak, kita pulang atau tunggu nyonya?" Tanya sang asisten "Tunggu sebentar lagi" ucap Pak Hartanti yang matanya tak berpaling dari kamar yang ada di depan nya, apalagi pas pria berjas dokter yang belum keluar dari tadi, ia penasaran apa yang di lakukan dokter itu malam malam seperti ini. di tambah asisten yang menjaga sedang keluar kedua dua nya. berulang kali ia mengecek jam tangan nya namun nampak nya dokter yang ada di dalam sana enggan keluar. ia pun berdiri dari tempat nya. "mau kemana pak?" Tanya asisten yang terkejut karena bos nya yang tiba tiba bereaksi saat pak Hartanto ingin berjalan ke arah ruang depan nya, pintu ruangan itu terbuka dan menampakan pria berjas dokter itu. Pak Hartanto mengalihkan pandangan nya. "kamu tunggu saya di mobil saya mau nelpon orang dulu" ucap Pak Haratanto lalu di iyakan dengan asisten nya. setelah sang asisten sudah tak ada di tempat Pak Hartanto memasuki ruangan yang ada di depan nya. Saat ia baru saja masuk sang mantan menantu nya berucap "aku ngga- belum ia menyelesaikan ucapan nya perempuan itu tampak mematung menatap pak Hartanto. TASYA'S POV saat pintu ruangan ku kembali terbuka aku pikir Rega yang masuk teryata aku salah, aku mematung menatap pria tua yang rambut nya sudah memutih namun fisik nya masih terlihat bugar. ia berjalan mendekat ke arah ranjang ku. "Tasya" ucap nya "Pa.. maaf tuan " jawab ku "kamu masih boleh memanggil ku papa , sampai kapan pun kamu tetap menantu ku" "Tapi tuan, saya dan tuan Niko sudah tak punya hubugan lagi jadi tak pantas jika saya memanggil tuan dengan sebutan papa. apalagi sekarang tuan Niko sudah memiliki istri, yang mana istri nya yang lebih pantas memanggil tuan papa bukan saya" "aku tak pernah menagnggap mu sebagai mantan menantu ku Tasya, dan soal istri Niko aku tak peduli sebab sampai kapan pun kamu menantu" benar papa mas Niko sama dengan mas Niko keras kepala dan nggak mau di bantah. aku mengiyakan nya saja. "papa apa kabar?" ucap ku basa basi "Baik, kamu apa kabar? Bahagia?" "Baik Pa, dan tentu saja Tasya bahagia" ucap ku dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirku "cucu papa apa kabar?" oh tuhan bak di sambar geledek untuk kedua kali nya, bagaimana papa tau aku hamil? aku saja baru tau beberapa menit yang lalu dan mantan mertua ku sudah tau. apa yang harus aku jawab apa perlu aku berbohong. tapi pasti lambat laun kebohongan aku terbongkar sebab mantan papa mertua ku ini bisa melakukan apa saja yang ia mau, sebab uang bisa melakukan apapun untuk nya. jika aku jujur gimana jika ia emmberi tahu mas Niko dan istri nya, pasti mereka akan mengambil anak ku dan tidak memperbolehkan aku merawat nya. tangan ku berekeringat dan wajah ku tak bisa berbohong jika aku terlihat gusar dan takut. "Tasya, tenang saja nak apa yang kamu pikirkan tak akan terjadi percayalah dengan papa" ucap Pak Hartanto seolah ia bisa membaca pikiran ku. "aku.... "Jika kamu butuh bantuan kamu telpon papa, papa akan melakukan apapun untuk mu dan cucu papa" "Papa nggak akan beritahu tuan Niko dan Nyonya kan?" tanya ku ragu ragu "papa nggak akan memberitahu mereka, kalau iya sama saja papa membuatmu dan cucu nya papa satu satu ini dalam masalah bukan?" "Cucu papa satu satunya? bukan nya nona Alexi" benar saja bukan nya nona Alexi sedang mengandung cucu nya juga? kan karena itu aku dan mas Niko berpisah, apa nona Alexi keguguran? "iya cuma cucu yang ada dalam perut mu itu cucu papa, yang lain hanya tipu muslihat dari ibu nya, ia pikir papa percaya mantan suami mu saja yang bodoh.." 'oh tuhan fakta baru apa lagi yang aku dapat malam ini, jadi nona Alexi berbohong dengan mas Niko? gimana nasib pria itu jika ia tau dia dibohongi yang kesekian kalinya oleh perempuan yang sama?' "ingat kata papa jika kamubutuh sesuatu kamu bisa telpon papa, ini nomor papa jangan sungkan karena yang ada di dalam sana juga keturunan Hartanto ia adalah penerus perusahaan" ucap Pak Hartanto dengan nada tegas dan beribawa nya yang tak pernah tinggal "iya Pa" jawab ku "papa pamit kamu jaga kesehatan" ia pun pamit dan segera meninggalkan ku sendiri. Author's POV Pak Hartanto keluar dari kamar tasya lalu masuk kedalam kamar di depan nya yang mana kamar Alexi. "ma ayo pulang" ajak pak Hartanto "mama mau nginep sini aja pa" "Pulang" "papa ni gimana si ini kan cucu kita, masih mau lihat dia dulu lama lama" "ma Alexi pasti capek dan bayi nya juga, jadi biarkan mereka istirahat dulu Niko pasti juga butuh untuk bermesraan dengan istri nya jadi kita pulang besok pagi kesini lagi" "yaudah" mama Linda setuju dan mereka berdua pergi dari ruangan dan tinggal lah Alexi Niko dan bayi mungil yang sedang dalam box tertidur dengan tenang setelah minum s**u. "Sayang makasih ya dan maaf" ucap Niko sambil mengecup dahi Alexi mesra "iya nggak papa, kamu kenapa sih tadi kasar banget mainnya jangan ulangi lagi ya sayang kalau aku nggak hamil mah aku bisa tahan " ucap Alexi "aku mabuk berat" "mabuk kenapa?" "masalah kerjaan" . . . 1 minggu kemudian Ruang rawat Alexi dimana hanya ada Alexi Niko dan anak mereka ralat anak Alexi seorangs sebab Niko tak ikut ambil dalam menyumbangkan DNA dalam tubuh bayi mungil itu. "sayang kita beri nama siapa anak kita" Tanya Alexi pada Niko yang dari tadi sibuk dengan laptop nya seolah pria itu enggan untuk menatap Alexi "belum aku pikirkan" jawab nya asal "sayang ini sudah seminggu dia dilahirkan masa kamu belum juga mau beri dia nama" "kamu saja yang beri nama" "kok aku? sayangkamu gimana si kan dia anak kamu juag, mama dari kemarin nanya soal namana aku nggak berani kasih soal nya aku nunggu nama dari kamu" "aku rasa aku tak pantas untuk beri dia nama" "apa maksud kamu ?!" "iya karena aku bukan ayah nya!! kamu tanya saja sama ayah nya yang berhak buat kasih dia nama !!" bentak Niko yang sudah lelah untuk terus diam dan berpura pura tidak tau. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To be Continue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN