bab 14

1150 Kata

Lorong rumah sakit masih lengang ketika pagi benar-benar merekah. Cahaya matahari menembus kaca jendela besar di ujung koridor, memantul pada lantai yang mengilap, menebarkan nuansa berbeda dari malam tadi yang penuh ketegangan. Suara perawat yang mulai berganti shift terdengar pelan, disertai bunyi roda troli yang bergesek dengan lantai. Celine duduk di kursi, masih berselimut jaket Edward yang aromanya begitu khas—campuran parfum kayu manis yang lembut dengan sedikit aroma maskulin yang familiar. Ia menunduk, memperhatikan jemari tangannya sendiri. Rasanya aneh—aneh sekaligus menenangkan—melihat Edward tidur di kursi rumah sakit, bukan di kamar mewahnya dengan segala kenyamanan. Pagi itu, ia sempat membiarkan pikirannya berkelana. Apa benar dia bisa berubah? Atau ini hanya sekejap rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN