Pagi berikutnya, suasana rumah kecil Edward dan Celine masih terasa murung. Hujan memang sudah berhenti sejak dini hari, tapi aroma lembap dan kabut tipis yang menggantung di jalanan sempit menambah berat suasana hati. Burung-burung sesekali berkicau, namun tak mampu mengusir perasaan mencekam yang menyelimuti rumah itu. Celine berdiri di depan jendela, menatap tetesan air yang masih mengalir di kaca. Reno masih terlelap di kamar, tubuh mungilnya dibungkus selimut biru. Sesekali bayi itu meringis kecil, seakan merasakan kegelisahan yang menular dari orang tuanya. Di meja makan, Edward menyalakan laptopnya. Layar penuh dengan artikel berita terbaru, komentar warganet yang berisik, dan analisis yang entah siapa penulisnya. Judul-judul itu menusuk, seolah tak memberi ruang bagi mereka untuk

